ASUS Siap Gebrak Pasar Konsol Genggam dengan Model ROG Ally Baru di Computex 2026
Baca dalam 60 detik
- ASUS dikabarkan akan meluncurkan konsol genggam anyar pada ajang Computex 2026 di Taipei, awal Juni mendatang.
- Rumor awal menyebut detail pertama perangkat ini bisa muncul dalam dua pekan ke depan, sejalan dengan jadwal pameran.
- Belum jelas apakah perangkat tersebut merupakan varian standar ROG Ally, edisi kolaborasi Xbox, atau lini produk baru.

Pasar konsol genggam kian memanas. Setelah serangkaian peluncuran perangkat mahal namun laris, ASUS dikabarkan akan memperkenalkan model terbaru dari lini ROG Ally pada Computex 2026, yang berlangsung pada 2β5 Juni di Taipei. Informasi awal diperkirakan bocor dalam dua minggu ke depan, mengindikasikan kesiapan perusahaan untuk kembali bersaing di segmen yang sangat kompetitif ini.
Konsol genggam gaming memang tengah mengalami pertumbuhan pesat. Dalam setahun terakhir, berbagai merek seperti Lenovo, MSI, dan Ayaneo telah merilis perangkat dengan spesifikasi gahar, namun banderol harga yang tinggi masih menjadi keluhan utama konsumen. ASUS sendiri telah sukses dengan ROG Ally generasi pertama yang mengusung prosesor AMD Z1 Extreme. Kini, spekulasi mengarah pada peningkatan performa, efisiensi baterai, atau bahkan integrasi dengan ekosistem Xbox.
Yang menarik, rumor ini muncul di tengah spekulasi tentang kemitraan antara ASUS dan Microsoft untuk menghadirkan konsol genggam resmi Xbox. Sebelumnya, bocoran dari forum teknologi menyebutkan adanya perangkat dengan kode nama "Project Keystone" yang bisa jadi merupakan wujud dari ROG Xbox Ally. Jika benar, ini akan menjadi langkah strategis ASUS untuk menggarap pangsa pasar penggemar Xbox yang menginginkan perangkat portabel dengan akses penuh ke Game Pass.
Namun, belum ada konfirmasi resmi dari ASUS. Pihak perusahaan biasanya merahasiakan detail produk hingga mendekati acara peluncuran. Analis industri menilai bahwa ASUS perlu menghadirkan inovasi signifikan, seperti layar 120 Hz dengan resolusi lebih tinggi, atau baterai yang mampu bertahan lebih dari 3 jam untuk game AAA, agar bisa unggul dari pesaing seperti Lenovo Legion Go dan Steam Deck OLED.
Ke depan, pasar konsol genggam diprediksi akan semakin terfragmentasi. Kehadiran model baru dari ASUS berpotensi memicu perang harga dan spesifikasi, yang pada akhirnya menguntungkan konsumen. Namun, tantangan terbesar tetap pada keseimbangan antara performa, daya tahan baterai, dan harga jual. Computex 2026 akan menjadi panggung yang tepat bagi ASUS untuk menunjukkan komitmennya di segmen ini.



