Casey Hudson Tegaskan Star Wars: Fate of the Old Republic Rilis Sebelum 2030, Tanpa AI Generatif
Baca dalam 60 detik
- Direktur Casey Hudson memastikan game RPG Star Wars: Fate of the Old Republic akan hadir sebelum 2030, mengikuti kebijakan pengembangan maksimal empat tahun per judul.
- Hudson menolak penggunaan generative AI dalam pengembangan, menyebutnya tidak memiliki jiwa kreatif dan tidak membantu proses produksi.
- Arcanaut Studios akan menggandeng kontraktor eksternal untuk menyelesaikan proyek ambisius ini, sementara Hudson berkomitmen pada tenggat waktu yang ketat.

Casey Hudson, sutradara di balik kesuksesan Star Wars: Knights of the Old Republic dan trilogi Mass Effect, kembali menegaskan komitmennya untuk merilis game terbaru bertajuk Star Wars: Fate of the Old Republic sebelum tahun 2030. Dalam wawancara terbaru dengan Bloomberg, Hudson mengulangi pernyataan sebelumnya bahwa ia tidak akan menghabiskan waktu lebih dari empat tahun untuk menggarap satu judul game, termasuk proyek ambisius yang digarap bersama tim Arcanaut Studios ini.
Game yang pertama kali diperkenalkan dalam ajang The Game Awards Desember lalu ini merupakan action-RPG pemain tunggal yang berlatar era Old Republic semesta Star Wars. Hudson menegaskan bahwa ia tidak berniat mengikuti kebiasaan studio lain yang kerap menghabiskan lima hingga tujuh tahun untuk menyelesaikan satu proyek. "Saya tidak pernah menghabiskan lebih dari empat tahun untuk satu game, dan itu tidak akan berubah sekarang," ujarnya.
Keputusan Hudson untuk tidak menggunakan generative AI dalam proses kreatif menjadi sorotan tersendiri. Ia menilai teknologi tersebut sebagai "tidak memiliki jiwa kreatif" dan "tidak membantu" dalam menghasilkan karya yang autentik. Langkah ini kontras dengan tren industri game yang mulai mengadopsi AI untuk mempercepat produksi aset dan narasi. Bagi Hudson, sentuhan manusia tetap menjadi elemen kunci dalam membangun dunia game yang imersif.
Untuk mengatasi beban kerja yang padat, Arcanaut Studios berencana menggandeng kontraktor eksternal guna membantu pengembangan. Strategi ini memungkinkan tim inti tetap fokus pada visi kreatif tanpa harus memperbesar struktur internal secara permanen. Meski demikian, Hudson tidak merinci aspek teknis atau gameplay yang akan dihadirkan dalam Fate of the Old Republic.
Kepastian tenggat waktu yang ketat dan penolakan terhadap AI generatif menunjukkan pendekatan klasik Hudson yang mengedepankan kontrol kualitas dan orisinalitas. Bagi para penggemar setia saga Star Wars, janji rilis sebelum 2030 setidaknya memberikan gambaran bahwa proyek ini tidak akan terjerat dalam siklus pengembangan yang tak berujung.


