Dari Bangku Cadangan ke Panggung Kehormatan: Kisah Muhammad Iqbal, Pemilik Gol Terbaik BRI Super League 2025/2026
Baca dalam 60 detik
- Gelandang PSIM Yogyakarta, Muhammad Iqbal, dinobatkan sebagai pencetak gol terbaik BRI Super League 2025/2026 berkat tendangan salto spektakuler ke gawang Madura United.
- Penghargaan ini menjadi puncak perjuangan Iqbal yang sempat minim menit bermain di awal musim, sebelum akhirnya mendapat kepercayaan penuh dari pelatih Jean-Paul van Gastel.
- Ke depannya, Iqbal menargetkan menit bermain lebih banyak dan peluang menembus Timnas Indonesia, sembari masih menjalani negosiasi kontrak dengan PSIM.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6144144/original/039025000_1779026931-SnapInsta.to_702065110_18467476861104986_2383093110804428330_n.jpg)
Gelandang PSIM Yogyakarta, Muhammad Iqbal, berhasil mengukir namanya dalam sejarah BRI Super League 2025/2026. Pemain berusia 25 tahun itu dinobatkan sebagai pencetak gol terbaik musim ini, sebuah pencapaian yang terasa semakin manis mengingat perjalanan kariernya yang penuh liku sepanjang kompetisi.
Penghargaan bergengsi tersebut diperoleh Iqbal berkat aksi briliannya saat PSIM mengalahkan Madura United 2-1 pada pekan ke-33 di Stadion Sultan Agung, Bantul, 17 Mei 2026. Menerima umpan silang dari Yusaku Yamadera, Iqbal melepaskan tendangan salto keras yang tak mampu dihalau kiper lawan. Gol itu berhasil mengungguli pesaing-pesaing berat seperti Hokky Caraka dan Rendy Sanjaya dalam pemungutan suara best goal musim ini, sekaligus membawa pulang hadiah uang tunai sebesar Rp150 juta.
Perjalanan Iqbal menuju puncak kejayaan ini tidaklah mulus. Direkrut PSIM pada 1 Juli 2025, ia sempat kesulitan menembus skuad utama dan hanya mencatatkan 13 penampilan sepanjang musim dengan kontribusi satu gol dan dua assist. Namun, kegigihannya dalam latihan perlahan membuahkan hasil. Pelatih Jean-Paul van Gastel mulai memberikan kepercayaan lebih di akhir musim, dan Iqbal pun membayarnya dengan performa impresif.
"Saya sangat senang dengan Iqbal karena dia sempat memulai dengan lambat, tetapi perlahan dia memahami apa yang saya harapkan darinya. Apa yang saya kagumi dari dia adalah dia terus berjuang. Itulah mengapa saya rasa di pertandingan-pertandingan terakhir ini dia bermain lebih banyak dan saya pikir dia layak mendapatkannya," puji van Gastel.
Iqbal sendiri mengaku tidak menyangka golnya bisa membawa penghargaan individu bergengsi. "Alhamdulillah berkat doa dan kerja keras serta kesabaran selama ini akhirnya bisa mendapatkan gelar tersebut," ujarnya kepada Bola.com, Sabtu (23/5/2026). Mantan pemain Persebaya Surabaya itu menambahkan bahwa gol salto tersebut sudah sering ia coba dalam latihan, sehingga eksekusinya terasa natural saat momen pertandingan tiba.
Setelah menutup musim dengan manis, Iqbal kini mulai menatap target yang lebih besar. Pemain bernomor punggung 6 itu berharap bisa mendapatkan menit bermain lebih banyak di PSIM dan pada akhirnya menembus skuad Timnas Indonesia. "Harapan untuk musim depan InsyaAllah bisa mendapat menit bermain lebih banyak lagi dan tembus ke Timnas Indonesia," kata eks pemain Timnas Indonesia U-23 tersebut.
Mengenai masa depannya, Iqbal mengaku masih dalam proses negosiasi kontrak dengan manajemen PSIM. Meski demikian, ia secara pribadi ingin tetap berseragam Laskar Mataram pada musim mendatang. "Saat ini masih dalam negosiasi karena kontrak saya berakhir di musim ini. Ya, kalau saya secara pribadi musim depan masih ingin bermain untuk PSIM Jogja," imbuhnya.
Kisah Muhammad Iqbal menjadi inspirasi bahwa jalan menuju kesuksesan tidak selalu linear. Dengan kerja keras, kesabaran, dan dukungan pelatih, seorang pemain yang sempat terpinggirkan bisa bangkit dan menorehkan prestasi gemilang. Musim depan akan menjadi ujian berikutnya bagi Iqbal untuk membuktikan bahwa dirinya layak menjadi andalan PSIM dan mungkin juga Timnas Indonesia.



