Megawati dan Sultan HB X Gelar Pertemuan Intensif di Keraton Yogyakarta
Baca dalam 60 detik
- Pertemuan antara Megawati Soekarnoputri dan Sri Sultan HB X berlangsung selama 3,5 jam, menandakan diskusi strategis di balik jamuan makan malam.
- Kehadiran keluarga besar Megawati dan keluarga Keraton menunjukkan agenda yang melampaui sekadar silaturahmi biasa.
- Pertemuan ini berpotensi mempengaruhi peta politik jelang pemilu, mengingat posisi kedua tokoh sebagai pemimpin partai dan simbol budaya.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6694699/original/040195300_1779514923-pdip-jatim-260523-msp-sultan-2.jpg)
Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, melakukan kunjungan ke Keraton Yogyakarta pada Jumat (22/5/2026) malam. Dalam agenda yang berlangsung lebih dari tiga jam, Megawati bertemu dan bersantap malam bersama Sri Sultan Hamengku Buwono X, yang juga menjabat sebagai Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kedatangan Megawati disambut langsung oleh Sri Sultan dan permaisuri GKR Hemas di Pendopo Keraton. Rombongan Megawati tiba sekitar pukul 19.15 WIB, membawa serta putranya M. Prananda Prabowo beserta istri, cucu Pinka Hapsari, dua keponakan Puti Soekarno dan Romy Soekarno, serta politisi PDIP Bintang Puspayoga. Suasana hangat terlihat saat Sultan memperkenalkan putri keduanya GKR Condrokirono, putri bungsu GKR Bendara, dan menantu KPH Purbodiningrat.
Setelah disambut, Megawati dan rombongan dijamu dengan wedang semlo, minuman favorit Sultan yang terbuat dari pisang, jahe, kayu manis, gula jawa, daun pandan, dan sereh. Diiringi alunan gamelan, obrolan santai sempat diwarnai celetukan GKR Bendara yang menimbulkan tawa. Acara kemudian berlanjut ke Pendopo Kraton Kilen untuk santap malam bersama, dengan Sultan dan GKR Hemas duduk semeja dengan Megawati, Prananda, Nancy, dan GKR Condrokirono.
Pertemuan ini menjadi sorotan karena durasinya yang panjang dan komposisi rombongan yang melibatkan keluarga inti Megawati. Dalam konteks politik nasional, kunjungan tersebut dapat diartikan sebagai upaya memperkuat hubungan antara PDIP dan Keraton Yogyakarta, yang selama ini memiliki hubungan historis. Sultan HB X, meskipun tidak berafiliasi dengan partai politik tertentu, memiliki pengaruh besar di kalangan masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya.
Ke depan, pertemuan ini bisa menjadi sinyal awal bagi pembentukan poros politik baru atau sekadar konsolidasi kekuatan menjelang kontestasi elektoral. Namun, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari kedua pihak mengenai substansi pembicaraan. Yang jelas, jamuan makan malam yang berlangsung hingga larut malam itu mencerminkan kedekatan personal yang telah terjalin lama antara dua tokoh bangsa ini.



