Klarifikasi Gerindra DKI soal Poster BYD Tech-Culture Fest: Murni Kesalahan Admin
Baca dalam 60 detik
- Poster acara BYD Tech-Culture Fest yang memuat logo Gerindra menuai kontroversi di media sosial.
- Rani Mauliani mengakui kelalaian admin tim media dan meminta maaf atas kegaduhan yang timbul.
- BYD Indonesia menegaskan acara tersebut independen dan tidak terafiliasi dengan partai politik mana pun.

Jakarta β Perwakilan Partai Gerindra DKI Jakarta, Rani Mauliani, menyampaikan permintaan maaf resmi terkait beredarnya poster acara BYD Tech-Culture Fest yang menampilkan logo partai. Poster tersebut menjadi viral di platform X dan memicu spekulasi publik mengenai keterlibatan Gerindra dalam gelaran yang berlangsung di Parkir Selatan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, pada 23-24 Mei 2026.
Rani yang juga menjabat Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Fraksi Gerindra menjelaskan bahwa insiden ini murni akibat kelalaian admin tim media partai. "Ada kekhilafan dan ketidakpahaman dari admin yang berniat membagikan informasi acara spektakuler kepada warga Jakarta. Tidak ada niat buruk atau klaim kepemilikan acara," ujarnya melalui pesan tertulis, Minggu (24/5). Ia menambahkan bahwa pihaknya tidak pernah menganggap acara tersebut sebagai milik Gerindra.
Permintaan maaf ini disampaikan untuk meredakan kegaduhan yang timbul. Rani berharap publik tidak memperpanjang masalah dan tetap mendukung kesuksesan acara yang digelar BYD. "Semoga penyelenggara terus memberikan karya luar biasa ke depannya," pungkasnya.
Acara BYD Tech-Culture Fest berlangsung 23-24 Mei 2026 di Parkir Selatan GBK, Jakarta Pusat. Poster viral memuat logo Gerindra, namun BYD dan Gerindra sepakat tidak ada afiliasi. Permintaan maaf disampaikan langsung oleh Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Fraksi Gerindra.
Sementara itu, BYD Indonesia melalui akun Instagram resmi @byd_indonesia memberikan klarifikasi tegas. Pihaknya menyatakan bahwa Tech-Culture Fest diselenggarakan secara independen, murni untuk tujuan informatif dan hiburan. "Seluruh bintang tamu dan rangkaian acara tidak terafiliasi dengan organisasi atau partai politik mana pun," tulis mereka. Pernyataan ini sekaligus memutus spekulasi tentang adanya hubungan khusus antara BYD dan Gerindra.
Insiden ini menyoroti pentingnya verifikasi konten oleh admin media sosial partai, terutama saat membagikan informasi acara publik. Ke depannya, Gerindra DKI Jakarta diharapkan memperketat prosedur unggahan untuk menghindari kesalahpahaman serupa. Di sisi lain, langkah cepat BYD dalam memberikan klarifikasi menunjukkan komitmen perusahaan terhadap transparansi dan netralitas dalam setiap kegiatannya.



