Pete Davidson dan John Mulaney Akui Sering Berbohong pada Bintang Tamu SNL Demi Jaga Ego
Baca dalam 60 detik
- Mantan penulis dan pemain SNL, John Mulaney dan Pete Davidson, mengaku kerap memberikan pujian palsu kepada pembawa acara tamu yang gagal dalam monolog pembuka.
- Kebohongan tersebut dilakukan untuk menjaga kepercayaan diri bintang tamu, meskipun penampilan mereka sering kali jauh dari kata sukses.
- Praktik ini menyoroti budaya di balik layar SNL yang lebih mengutamakan kenyamanan psikologis tamu ketimbang umpan balik jujur.

Dalam sebuah sesi di Netflix is a Joke Festival, dua mantan kru Saturday Night Live (SNL), John Mulaney dan Pete Davidson, mengungkapkan kebiasaan mereka memberikan umpan balik yang tidak jujur kepada para pembawa acara tamu. Keduanya mengaku sering mengatakan bahwa penampilan monolog pembuka sang bintang “luar biasa” meskipun kenyataannya justru sebaliknya.
Mulaney, yang menjadi penulis dan sesekali tampil di SNL antara 2008 hingga 2013, menceritakan pengalamannya saat masih berusia 25 tahun. Ia kerap menulis monolog untuk pembawa acara yang merupakan pemenang Oscar, lalu meyakinkan mereka bahwa semuanya akan berjalan lancar. Namun, menurut Mulaney, delapan dari sepuluh kali penampilan tersebut justru gagal total. “Mereka punya ‘wajah aktor’—semacam tidak paham karena mereka hanya seorang aktor,” ujarnya. Ketika ditanya apakah penampilan mereka bagus, Mulaney mengaku ingin menjawab, “Tidak! Apa kau punya telinga?”
Davidson, yang menjadi anggota tetap SNL dari 2014 hingga 2022, juga mengakui kebiasaan serupa. Ia bahkan memberikan nasihat yang menyesatkan kepada pembawa acara yang kebingungan, seperti “Kamu sebenarnya tampil untuk penonton di rumah” dan “Mainlah untuk kamera. Penonton di studio hanya ada untuk membantu, tapi mereka tidak akan banyak tertawa.” Selain itu, Davidson sering berbohong tentang komposisi penonton langsung dengan mengatakan bahwa mereka adalah turis yang tidak mengerti bahasa Inggris, padahal kenyataannya mereka adalah penggemar setia yang rela menginap di luar studio.
Mulaney juga menceritakan insiden ketika seorang bintang komedi terkenal gagal total dalam monolognya. Menurut Mulaney, kegagalan itu disebabkan oleh sikap sang bintang yang sulit diajak bekerja sama saat menulis naskah. Meskipun demikian, ketika ditanya apakah penampilannya buruk, Mulaney tetap berbohong dengan alasan “akustiknya jelek”—padahal studio SNL terkenal memiliki sistem suara terbaik di dunia, yang dulunya digunakan oleh NBC Symphony Orchestra.
Pengakuan ini membuka tabir budaya di balik layar SNL, di mana menjaga ego bintang tamu sering kali dianggap lebih penting daripada memberikan umpan balik jujur. Meskipun praktik ini mungkin terkesan tidak etis, kedua komedian tersebut melihatnya sebagai bagian dari dinamika kerja di industri hiburan yang penuh tekanan.
Ke depan, pengakuan Mulaney dan Davidson bisa menjadi bahan refleksi bagi para kreator konten tentang pentingnya keseimbangan antara dukungan moral dan kejujuran profesional. Di tengah tuntutan rating dan popularitas, mungkin sudah saatnya industri komedi mempertimbangkan pendekatan yang lebih autentik dalam membina bakat tamu.


