Livin' Mandiri Catat 13 Juta Transaksi Harian, Digitalisasi Perbankan Makin Tak Terbendung
Baca dalam 60 detik
- Aplikasi Livin' by Mandiri mencatat rata-rata 10 juta transaksi per hari, dengan puncak hingga 13 juta transaksi, menandakan pergeseran masif ke layanan digital.
- Mayoritas pengguna didominasi milenial dan Gen Z, yang menguasai 93% konsumsi internet nasional dan menjadikan Livin' sebagai kanal utama transaksi finansial.
- Bank Mandiri tetap mempertahankan jaringan offline untuk menjangkau segmen tunai, sembari menggenjot keamanan siber seiring pertumbuhan transaksi digital yang eksponensial.

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) melaporkan bahwa aplikasi perbankan digital Livin' by Mandiri kini menangani rata-rata 10 juta transaksi setiap hari, dengan volume puncak mencapai 13 juta transaksi. Angka ini mencerminkan adopsi layanan keuangan digital yang semakin dalam, terutama di kalangan generasi muda.
Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri, Novita Widya Anggraini, mengungkapkan bahwa jika transaksi tersebut dilakukan secara konvensional di kantor cabang, beban operasional akan sangat besar. “Bayangkan, hampir 4,5 miliar transaksi setahun harus dilayani secara offline. Ini menunjukkan betapa digitalisasi telah mengubah model bisnis perbankan,” ujarnya dalam Jogja Financial Festival 2026, Jumat (22/5/2026).
Novita menjelaskan bahwa Livin' telah menjadi bagian integral dari rutinitas harian masyarakat, mulai dari pembayaran transportasi online, isi ulang uang elektronik, transfer dana, hingga pembayaran biaya pendidikan. Fenomena ini tidak lepas dari dominasi milenial dan Gen Z dalam ekosistem internet. Data internal Bank Mandiri menunjukkan bahwa 95% aktivitas harian kelompok usia tersebut dilakukan secara daring, dan mereka menguasai 93% konsumsi internet nasional.
Meskipun transaksi digital melesat, Bank Mandiri menilai layanan tatap muka masih relevan. “Kami tetap mempertahankan cabang fisik karena sebagian masyarakat masih bergantung pada transaksi tunai,” kata Novita. Kombinasi saluran online dan offline menjadi kekuatan utama perseroan untuk mendorong inklusi keuangan dan pertumbuhan kredit di atas rata-rata industri.
“Ketika kita bicara digital, kita juga harus bicara security di situ.” — Novita Widya Anggraini, Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri
Ke depan, Bank Mandiri berencana memperkuat kapabilitas keamanan siber seiring meningkatnya volume transaksi digital. Langkah ini dinilai krusial untuk menjaga kepercayaan nasabah di tengah ekspansi layanan berbasis teknologi.



