Optimisme BEI: Investor Ritel Tembus 27,4 Juta, Pasar Modal 2026 Diproyeksi Makin Moncer
Baca dalam 60 detik
- Bursa Efek Indonesia menargetkan pertumbuhan pasar modal berkelanjutan pada 2026, didorong oleh lonjakan jumlah investor ritel yang mencapai 27,4 juta.
- Penambahan 17 juta investor dalam lima tahun terakhir mencerminkan meningkatnya literasi dan kepercayaan publik terhadap instrumen pasar modal.
- BEI gencar memperluas edukasi lewat 1.000 galeri investasi di perguruan tinggi dan sekolah pasar modal, sebagai fondasi pertumbuhan jangka panjang.

Bursa Efek Indonesia (BEI) optimistis pasar modal Tanah Air akan terus menguat hingga 2026, ditopang oleh pertumbuhan jumlah investor ritel yang signifikan. Pelaksana Tugas Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengungkapkan bahwa saat ini jumlah investor telah mencapai 27,4 juta, naik drastis dari 10 juta pada akhir 2020. Lonjakan ini terutama dipicu oleh meningkatnya partisipasi generasi muda yang mulai sadar akan pentingnya investasi sejak pandemi Covid-19.
Dalam acara Jogja Financial Festival 2026, Jeffrey memaparkan bahwa dalam kurun waktu lima tahun terakhir, pasar modal berhasil menambah lebih dari 17 juta investor baru β setara dengan dua kali lipat dari total akumulasi sebelumnya. Meskipun penambahan tahun lalu hanya sekitar 2,5 juta investor, angka tersebut dinilai tetap positif di tengah kondisi ekonomi global yang penuh tantangan. Menurut Jeffrey, hal ini menunjukkan bahwa optimisme dan kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia masih terjaga.
Jeffrey menekankan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari upaya BEI dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat. Saat ini, BEI telah bekerja sama dengan lebih dari 1.000 perguruan tinggi di seluruh Indonesia untuk mendirikan galeri investasi. Selain itu, BEI secara rutin menyelenggarakan sekolah pasar modal, baik secara daring maupun luring, guna menjangkau calon investor dari berbagai kalangan. Langkah ini dinilai strategis untuk memperkuat fundamental pasar modal jangka panjang.
βArtinya optimisme dan kepercayaan tetap ada di pasar modal Indonesia,β ujar Jeffrey Hendrik di sela-sela acara.
Ke depan, BEI berkomitmen untuk terus mendorong inklusi pasar modal, terutama di kalangan milenial dan Gen Z. Dengan basis investor yang semakin luas dan literasi yang meningkat, pertumbuhan pasar modal Indonesia diyakini akan semakin solid. Bagi investor profesional, kondisi ini membuka peluang diversifikasi dan likuiditas yang lebih baik di bursa saham tanah air.



