De Zerbi Diminta Cadangkan Kolo Muani, Solanke Jadi Andalan Spurs di Laga Penentu Degradasi
Baca dalam 60 detik
- Tottenham Hotspur menghadapi laga hidup mati melawan Everton di kandang sendiri untuk menghindari degradasi Premier League, dengan catatan tak pernah menang di kandang sejak Desember.
- Randal Kolo Muani, pemain pinjaman dengan banderol £76 juta, hanya mencetak satu gol liga musim ini dan dianggap sebagai titik lemah yang harus dicadangkan oleh Roberto De Zerbi.
- Dominic Solanke yang pulih dari cedera dinilai bisa menjadi pembeda di lini depan Spurs, menggantikan peran Brennan Johnson sebagai pencetak gol krusial di momen genting.

Tottenham Hotspur berada di ambang jurang degradasi Premier League saat mereka menjamu Everton di laga pamungkas musim 2025/26. Hanya satu poin yang dibutuhkan tim asuhan Roberto De Zerbi untuk memastikan kelangsungan hidup di kasta tertinggi, namun rekor buruk di kandang dan rentetan cedera pemain kunci membuat misi ini terasa berat.
Sejak menggantikan Igor Tudor pada Maret lalu, De Zerbi memang berhasil membangkitkan sedikit kepercayaan diri skuad. Namun, performa di Tottenham Hotspur Stadium tetap memprihatinkan—The Lilywhites belum pernah merasakan kemenangan kandang di liga sejak awal Desember. Kekalahan dari Brentford saat itu menjadi simbol kerapuhan mental tim yang gagal memanfaatkan dukungan suporter sendiri.
Sorotan tajam kini tertuju pada Randal Kolo Muani. Penyerang pinjaman dari Paris Saint-Germain itu menjalani musim yang mengecewakan dengan hanya satu gol Premier League dari enam start beruntun di bawah De Zerbi. Mantan pemain Eintracht Frankfurt yang pernah dibanderol £76 juta itu dinilai kehilangan ketenangan dan arah di lini depan, membuatnya menjadi sasaran empuk bagi pertahanan Everton yang solid dan agresif.
- Kolo Muani hanya mencetak 1 gol Premier League musim ini.
- Tottenham belum menang kandang sejak Desember 2025.
- Dominic Solanke bergabung dengan biaya awal £55 juta pada 2024.
Kritik pedas dari suporter pun tak terhindarkan. Sebuah cuitan viral dari akun talkSPORT bahkan menjuluki Kolo Muani sebagai "Timo Werner baru", merujuk pada kegagalan pemain Jerman itu di Tottenham. De Zerbi punya opsi untuk menurunkannya ke bangku cadangan dan memberikan kepercayaan kepada Dominic Solanke yang baru pulih dari cedera.
Solanke, yang direkrut dari Bournemouth pada 2024, belum mampu mengulangi performa gemilangnya di Selatan. Cedera beruntun membuatnya absen di Piala Dunia 2026. Meski begitu, sang striker tetap dianggap memiliki ketajaman di area final yang bisa menjadi pembeda. Jurnalis George Sessions pernah menjulukinya "pressing monster" saat di Bournemouth, namun gaya bermain itu belum sepenuhnya terlihat di Tottenham.
Jika diturunkan sejak awal, Solanke kemungkinan akan ditempatkan sebagai ujung tombak, dengan Richarlison bergeser ke sisi kiri dan Mathys Tel mengisi sayap kanan. Keputusan ini bisa menjadi kunci untuk memutus tren negatif dan menyelamatkan klub dari degradasi yang akan menjadi noda hitam dalam sejarah modern Tottenham.
Laga kontra Everton bukan sekadar pertandingan biasa; ini adalah final sesungguhnya bagi Spurs. De Zerbi harus berani mengambil keputusan taktis yang tepat, termasuk menepikan Kolo Muani yang sedang kehilangan sentuhan. Solanke, meski musimnya penuh pasang surut, memiliki peluang untuk menjadi pahlawan seperti Brennan Johnson yang mencetak gol kemenangan di Europa League musim lalu. Kini, giliran Solanke yang diharapkan muncul dengan aksi yang lebih monumental.



