Transaksi BRImo Tembus Rp7.500 Triliun Setahun, Bukti Loncatan Digital BRI
Baca dalam 60 detik
- Volume transaksi tahunan BRImo mencapai Rp7.500 triliun, dengan rata-rata harian Rp32 triliun, menegaskan dominasi digital banking BRI.
- Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyebut transformasi digital bukan lagi pilihan melainkan keharusan di tengah perubahan perilaku nasabah pascapandemi.
- Pencapaian ini mencerminkan pergeseran dari layanan perbankan konvensional menuju era fintech dan digitalisasi yang mengubah lanskap industri.

Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Hery Gunardi, mengungkapkan bahwa volume transaksi melalui aplikasi BRImo telah mencapai angka fantastis Rp7.500 triliun dalam setahun, dengan transaksi harian rata-rata Rp32 triliun. Angka ini disampaikan dalam Jogja Financial Festival 2026, Sabtu (23/5/2026), sebagai bukti nyata percepatan digitalisasi di sektor perbankan.
Hery menekankan bahwa transformasi digital bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat. BRI, menurutnya, terus bertransformasi untuk memperkuat layanan kepada masyarakat, salah satunya melalui BRImo yang kini telah memiliki lebih dari 60 juta pengguna. βCoba bayangkan, kalau Bank BRI tidak punya teknologi yang kuat, gimana coba?β ujarnya.
Dalam paparannya, Hery juga mengulas evolusi perbankan dari era bank 1.0 yang hanya mengandalkan cek dan giro, bank 2.0 dengan kehadiran ATM, bank 3.0 yang memperkenalkan internet banking, hingga bank 4.0 yang ditandai dengan integrasi financial technology (fintech) dan digitalisasi. Menurutnya, digitalisasi telah mengubah perilaku nasabah secara fundamental, baik di Indonesia maupun di luar negeri.
Momen pandemi Covid-19 menjadi akselerator utama perubahan ini. Hery menuturkan bahwa nasabah yang sebelumnya gagap teknologi (gaptek) terpaksa beralih ke mobile banking karena tidak dapat mengunjungi cabang atau ATM. βJadi yang tadinya gaptek, nggak bisa menggunakan mobile banking, itu terpaksa menggunakan mobile banking,β jelasnya. Kondisi ini, lanjutnya, menjadi titik balik yang mempercepat adopsi layanan digital di sektor perbankan.
Keberhasilan BRImo menembus volume transaksi triliunan rupiah menunjukkan bahwa BRI berhasil memanfaatkan momentum digitalisasi untuk memperkuat posisinya sebagai bank ritel terbesar di Indonesia. Ke depan, BRI diproyeksikan terus mengembangkan fitur-fitur digital guna mempertahankan pertumbuhan dan memenuhi ekspektasi nasabah yang semakin tinggi terhadap layanan perbankan modern.



