PSS Sleman Bangun Skuad Baru untuk Super League 2026/2027, Rumor Transfer Mulai Mengemuka
Baca dalam 60 detik
- PSS Sleman memulai persiapan dini menuju Super League 2026/2027 setelah promosi sebagai runner-up Pegadaian Championship 2025/2026.
- Manajemen memberikan wewenang penuh kepada tim pelatih dan scouting, namun belum ada keputusan final soal komposisi pemain.
- Pieter Huistra kembali dipercaya sebagai pelatih kepala, sementara rumor kedatangan sejumlah pemain seperti Alfeandra Dewangga dan Latif Blessing mulai beredar.
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/3132864/original/069059100_1589892045-PSS.jpg)
PSS Sleman resmi memulai langkah strategis menyongsong keikutsertaan di Super League 2026/2027. Klub berjuluk Super Elja itu tengah menyusun kekuatan baru setelah memastikan promosi ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia sebagai runner-up Pegadaian Championship 2025/2026. Manajemen klub menegaskan bahwa persiapan ini bukan sekadar formalitas, melainkan upaya membangun tim yang kompetitif agar tidak hanya menjadi peserta dadakan.
Direktur PT Putra Sleman Sembada, Yoni Arseto, menyatakan bahwa pihaknya berharap momentum promosi ini menjadi awal dari perjalanan panjang di papan atas. "Kami ingin PSS tidak hanya singgah sesaat di Super League. Targetnya adalah tumbuh, berprestasi, dan bersaing di level tertinggi hingga suatu hari mencapai puncak," ujarnya. Saat ini, manajemen masih memberikan keleluasaan kepada tim pelatih dan departemen scouting untuk meramu komposisi pemain. Yoni menekankan bahwa belum ada keputusan final terkait pemain baru maupun yang dipertahankan, karena proses masih dalam tahap penjajakan.
Dalam struktur kepelatihan, Pieter Huistra dipastikan kembali memegang kendali tim. Pelatih asal Belanda itu sebelumnya menjabat sebagai Direktur Teknik selama PSS berlaga di Pegadaian Championship, sementara posisi pelatih kepala diisi Ansyari Lubis. Kini, Huistra kembali ke peran utamanya. Meski sempat gagal menyelamatkan tim dari degradasi saat menangani PSS di BRI Liga 1 2024/2025, manajemen tetap percaya pada kapasitasnya. "Pelatih sudah ada. Coach Pieter kontraknya masih," tegas Yoni.
Di bursa transfer, PSS mulai dikaitkan dengan sejumlah pemain potensial. Beberapa nama yang disebut masuk radar antara lain trio PSBS Biak (Luquinhas, Ruyery, dan Kadu), gelandang asal Ghana Latif Blessing, serta bek PSM Makassar Mufli Hidayat. Selain itu, muncul pula rumor keterkaitan dengan Alfeandra Dewangga (bek Persib Bandung), Nilson Junior (bek Malut United), Moussa Sidibe (winger Bhayangkara FC), dan Nathan Silva (gelandang Sousa FC). Namun, Yoni Arseto menegaskan bahwa semua rumor tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya. "Kalau belum tanda tangan, berarti belum pasti. Rumor pemain banyak, tapi yang pasti adalah setelah kontrak ditandatangani," ujarnya.
Langkah PSS ini menjadi sorotan mengingat persaingan di Super League musim depan diprediksi semakin ketat. Dengan pengalaman promosi yang diperoleh, Super Elja dituntut untuk tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu bersaing di papan tengah atau atas. Keputusan manajemen untuk memberikan kepercayaan penuh kepada tim pelatih dan scouting menunjukkan pendekatan yang hati-hati dan terencana. Ke depannya, publik sepak bola Indonesia akan menanti apakah PSS mampu membuktikan diri sebagai kekuatan baru yang patut diperhitungkan.



