Kapal Pesiar Terjangkit Hantavirus Sandar di Belanda, Proses Disinfeksi Dimulai
Baca dalam 60 detik
- Kapal MV Hondius yang membawa 25 awak dan dua tenaga medis tiba di Pelabuhan Rotterdam untuk menjalani dekontaminasi setelah wabah hantavirus menewaskan tiga penumpang.
- Otoritas kesehatan Belanda menerapkan protokol ketat dengan karantina awak kapal dan pengujian berkala, sembari menegaskan risiko penularan ke publik sangat rendah.
- Wabah ini menjadi kasus pertama hantavirus di kapal pesiar global, dengan sembilan dari sebelas kasus telah dikonfirmasi WHO dan penyebaran masih terbatas pada varian virus yang sudah dikenal.

Kapal pesiar MV Hondius yang menjadi pusat wabah hantavirus mematikan akhirnya merapat di Pelabuhan Rotterdam, Belanda, pada Senin pagi untuk menjalani proses disinfeksi menyeluruh. Kedatangan kapal milik perusahaan Belanda ini menandai babak baru dalam penanganan darurat kesehatan internasional yang telah berlangsung selama beberapa pekan terakhir.
Setelah seluruh penumpang diturunkan di Kepulauan Tenerife, Spanyol, pekan lalu, kapal masih membawa 25 awak dan dua petugas medis. Otoritas setempat langsung mengerahkan tim berjas pelindung putih untuk naik ke kapal, sementara kontainer putih khusus disiapkan di dermaga sebagai tempat karantina bagi awak yang belum bisa dipulangkan. Direktur Kesehatan Publik Rotterdam, Yvonne van Duijnhoven, menyatakan bahwa sejauh ini seluruh awak tidak menunjukkan gejala penyakit. Mereka akan menjalani tes segera setelah tiba dan diuji secara mingguan selama masa karantina.
Proses dekontaminasi kapal diperkirakan memakan waktu sekitar tiga hari berdasarkan pedoman kesehatan masyarakat Belanda. Van Duijnhoven menekankan bahwa risiko penularan ke publik sangat rendah berkat protokol ketat yang diterapkan. "Kami memiliki prosedur yang sangat ketat untuk mencegah virus keluar dari kapal menuju dunia luar," ujarnya. Setelah semua orang turun, kapal akan diperiksa oleh petugas sebelum diizinkan berlayar kembali. Perusahaan pemilik kapal menyatakan belum ada rencana perubahan operasional, dan jadwal pelayaran Arktik dari Keflavik, Islandia, pada 29 Mei masih berlangsung sesuai rencana.
Wabah ini menjadi perhatian global karena merupakan kasus pertama hantavirus yang terjadi di kapal pesiar. Institut Pasteur Prancis telah mengurutkan genom lengkap virus Andes yang terdeteksi pada penumpang Prancis dan menemukan bahwa virus tersebut cocok dengan varian yang sudah dikenal di Amerika Selatan. Sejauh ini, tidak ada bukti bahwa virus telah bermutasi menjadi lebih mudah menular atau lebih berbahaya. Pelabuhan Rotterdam, yang diminta oleh otoritas Belanda untuk menerima kapal, menyatakan tidak mungkin menolak kedatangan kapal tersebut. "Saya pikir tidak dapat diterima untuk mengatakan tidak, Anda tidak diterima di pelabuhan terbesar di Eropa," kata syahbandar Rene de Vries.
Ke depannya, kasus ini menyoroti kerentanan industri pelayaran terhadap penyakit menular yang tidak lazim, serta pentingnya kesiapsiagaan dan koordinasi lintas negara dalam menangani darurat kesehatan. Meskipun risiko penyebaran luas dinilai rendah, pengalaman ini dapat mendorong revisi protokol kesehatan di kapal pesiar secara global.



