Jenazah Jemaah Haji Indonesia yang Hilang Ditemukan, Disalatkan di Masjidil Haram
Baca dalam 60 detik
- Muhammad Firdaus Akhlan, jemaah haji Indonesia berusia 73 tahun, ditemukan meninggal setelah dilaporkan hilang selama sepekan di Makkah.
- Jenazah almarhum disalatkan di Masjidil Haram bersama tujuh jenazah lainnya, menandai koordinasi cepat antara petugas haji dan otoritas Saudi.
- PPIH memastikan pelaksanaan badal haji dan mengimbau jemaah untuk meningkatkan kewaspadaan serta kepedulian terhadap sesama, terutama lansia dan disabilitas.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6407825/original/042289700_1779280392-Jepretan_Layar_2026-05-17_pukul_19.30.35.jpg)
Muhammad Firdaus Akhlan, seorang jemaah haji asal Indonesia yang dilaporkan hilang di Makkah sejak 15 Mei 2026, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Jumat dini hari, 22 Mei 2026. Jenazahnya kemudian disalatkan di Masjidil Haram pada Sabtu dini hari, 23 Mei 2026, usai salat subuh, bersama tujuh jenazah lainnya. Prosesi pemakaman ini menjadi pengingat akan risiko yang dihadapi jemaah, terutama lansia, selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Firdaus, yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) JKG 27, dilaporkan hilang pada Jumat pagi, 15 Mei 2026. Pencarian melibatkan keluarga, Konsulat Jenderal RI di Jeddah, otoritas Arab Saudi, rumah sakit setempat, petugas haji, serta masyarakat Indonesia yang turut mendoakan. Kepala Biro Humas Kementerian Haji dan Umrah RI, Hasan Afandi, menyampaikan duka cita dan apresiasi atas upaya pencarian yang dilakukan berbagai pihak. “Semoga Allah melimpahkan rahmat dan ampunan kepada almarhum serta memberikan kesabaran kepada keluarga yang ditinggalkan,” ujarnya dalam jumpa pers di Makkah.
Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi memastikan bahwa pemerintah akan menyelenggarakan badal haji bagi almarhum. Petugas haji Indonesia akan melaksanakan ibadah tersebut sebagai pengganti. Langkah ini merupakan bentuk tanggung jawab negara terhadap jemaah yang wafat sebelum menyelesaikan rangkaian ibadah haji.
Kejadian ini mendorong PPIH untuk kembali mengingatkan seluruh jemaah dan petugas agar meningkatkan kepedulian selama berada di Tanah Suci. Petugas meminta agar jemaah segera membantu jika menemukan sesama jemaah yang berjalan sendirian, tampak kebingungan, kelelahan, atau terpisah dari rombongan. “Jika jemaah tersebut tidak mengetahui arah tujuan atau membutuhkan bantuan, antarkan ke petugas terdekat, pos layanan, atau laporkan kepada petugas sektor dan petugas kloter,” tegas Hasan.
PPIH juga menekankan pentingnya pendampingan bagi jemaah lansia, penyandang disabilitas, perempuan, dan mereka dengan kondisi kesehatan tertentu. Kepedulian antarsesama jemaah dinilai krusial untuk mengurangi risiko tersesat dan kejadian serupa di masa mendatang. Dengan koordinasi yang baik antara petugas, otoritas Saudi, dan partisipasi aktif jemaah, diharapkan penyelenggaraan haji tahun ini dapat berjalan lebih aman dan lancar.



