Di Balik Kemiripan Seremonial: Dua Wajah Diplomasi China dengan Trump dan Putin
Baca dalam 60 detik
- Xi Jinping menyambut Trump dan Putin dengan protokol serupa, namun pendekatan diplomatiknya sangat berbeda: terhadap AS fokus pada stabilisasi hubungan, terhadap Rusia memperkuat kemitraan strategis.
- China dan Rusia menandatangani lebih dari 40 perjanjian kerja sama serta deklarasi bersama, sementara dengan AS tidak ada kesepakatan publik yang diumumkan selama kunjungan Trump.
- Perbedaan sikap terhadap Taiwan menjadi salah satu kontras paling tajam: Rusia mendukung penuh posisi China, sedangkan AS masih mempertahankan ambiguitas strategis dan menjual senjata ke pulau tersebut.

Kunjungan beruntutan Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin ke Beijing pada Mei lalu menyajikan tontonan diplomatik yang hampir identik di permukaan: barisan kehormatan di Lapangan Tiananmen, sambutan anak-anak dengan bunga, serta iring-iringan kendaraan militer. Namun di balik kemiripan seremonial itu, tersirat perbedaan fundamental dalam cara China memosisikan diri terhadap dua negara adidaya tersebut.
Menurut pengamat hubungan internasional, Xi Jinping menerapkan strategi yang sangat berbeda dalam menyambut kedua pemimpin. Untuk Trump, China mengedepankan jamuan seremonial yang megah, termasuk tur langka ke kompleks kediaman pemimpin di Zhongnanhai. George Chen, mitra praktik Greater China di The Asia Group, menilai bahwa Beijing memahami betul bahwa Trump sangat menghargai pertunjukan rasa hormat di depan publik. "Xi tahu ini yang dihargai Trump: diperlakukan seperti VIP, dihormati di depan kamera," ujarnya.
Sementara itu, pertemuan dengan Putin langsung menyentuh substansi. Chen menambahkan, "Memperbarui perjanjian persahabatan, menandatangani kesepakatan energi baru, dan kembali menegaskan kemitraan 'tanpa batas'." Perbedaan ini juga tercermin dalam durasi kunjungan: Trump tinggal tiga hari, Putin hanya dua hari.
Perbedaan paling mencolok muncul dalam pesan politik yang disampaikan. Dengan Trump, Xi menekankan perlunya menjaga hubungan yang stabil setelah berbulan-bulan ketegangan perang dagang. Kedua pemimpin sepakat untuk bekerja menuju "hubungan China-AS yang konstruktif dan stabilitas strategis." Namun dengan Putin, Xi justru memperkuat kemitraan jangka panjang yang sudah terjalin erat, terutama di sektor energi. Putin menyebut energi, khususnya minyak dan gas, sebagai "motor penggerak" hubungan kedua negara.
Analis Claus Soong dari Mercator Institute for China Studies di Berlin menyoroti ketidakjelasan hasil kunjungan Trump. "China dan Rusia mencapai lebih banyak kesepakatan, sedangkan dengan AS, apa kesepakatannya? Bahkan itu tidak begitu jelas," katanya. Namun Lyle Morris dari Asia Society Policy Institute mencatat bahwa salah satu kejutan terbesar adalah tidak adanya kesepakatan formal untuk proyek pipa Power of Siberia 2 yang direncanakan mengalirkan gas Rusia ke China melalui Mongolia. "Ini kemunduran besar bagi Rusia dan Putin," ujarnya.
Isu Taiwan menjadi pembeda lainnya. Rusia secara tegas mendukung posisi China, dengan menyatakan dalam deklarasi bersama penentangan terhadap kemerdekaan Taiwan "dalam bentuk apa pun" dan mendukung upaya China mencapai "penyatuan nasional." Sementara itu, AS masih mempertahankan sikap ambigu dan menjadi pemasok senjata utama bagi Taiwan. Xi memperingatkan Trump bahwa Taiwan adalah isu paling penting dalam hubungan bilateral dan kesalahan penanganan dapat memicu konfrontasi. Trump tidak menyinggung Taiwan secara publik selama kunjungan, namun dalam perjalanan pulang ia menyebut penjualan senjata ke Taiwan sebagai "chip tawar-menawar yang sangat bagus" dengan China, pernyataan yang memicu kekhawatiran di pulau tersebut.
Ke depan, perbedaan pendekatan China terhadap AS dan Rusia diperkirakan akan terus berlanjut. Dengan Rusia, kemitraan strategis semakin dalam, sementara dengan AS, hubungan masih dibayangi ketidakpastian perdagangan dan perbedaan pandangan mengenai Taiwan. Bagi Beijing, kunjungan beruntun ini menegaskan bahwa diplomasi China mampu beradaptasi secara fleksibel sesuai dengan kepentingan dan karakter masing-masing mitra.



