Pergantian Wasit Mendadak Jelang Laga Pamungkas, Madura United Pilih Fokus Bertempur
Baca dalam 60 detik
- Komite Wasit PSSI mengganti pengadil lapangan hanya sehari sebelum pertandingan penutup Madura United kontra PSM.
- Manajemen tim menegaskan keputusan tersebut tidak memengaruhi mental pemain yang tetap siap bertanding maksimal.
- Presiden klub meminta suporter mengabaikan spekulasi negatif dan memadati stadion untuk memberikan dukungan langsung.
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5558728/original/075040300_1776477667-madura_4.jpg)
Komite Wasit PSSI melakukan perubahan mendadak pada perangkat pertandingan laga pamungkas BRI Super League antara Madura United dan PSM Makassar, hanya satu hari jelang kick-off di Stadion Gelora Bangkalan, Sabtu (23/5). Wasit berlisensi FIFA, Naufal Adya Fairuski, yang semula ditunjuk, digantikan oleh wasit nasional Muhammad Rio Permana Putra tanpa penjelasan resmi.
Keputusan mengejutkan ini langsung memicu spekulasi di kalangan penggemar dan pengamat. Beredar isu di media sosial yang mengaitkan pergantian tersebut dengan upaya menguntungkan pihak tertentu. Namun, manajemen Madura United memilih untuk tidak terpancing dan tetap berkonsentrasi pada target meraih kemenangan di laga terakhir musim ini.
Manajer Madura United, Umar Wachdin, menyatakan bahwa skuad Laskar Sape Kerrab tidak terganggu oleh perubahan tersebut. "Mau diganti berapa kalipun, Bismillah, Madura siap menerimanya. Kami tetap fight," tegasnya. Pernyataan ini menegaskan bahwa fokus tim sepenuhnya pada performa di lapangan, bukan pada siapa yang memimpin pertandingan.
Sementara itu, Presiden Madura United, Achsanul Qosasi, turun langsung meredam keresahan suporter. Melalui pernyataan emosional, ia mengajak pendukung untuk tidak menghiraukan rumor negatif dan hadir langsung ke stadion. "Ayo datang ke stadion. Mereka belum tentu menang. Kita belum tentu kalah. Sepak bola Madura adalah cinta. Kami akan perjuangkan cinta itu dengan sepenuh hati," ujarnya.
Laga kontra PSM sendiri tidak memiliki bobot perebutan gelar juara, namun tetap krusial bagi gengsi dan persiapan musim depan. Madura United bertekad menutup musim dengan hasil positif di hadapan pendukung sendiri. Sikap tenang dan percaya diri yang ditunjukkan manajemen menjadi sinyal bahwa tim tidak akan gentar menghadapi tekanan eksternal.
Ke depan, insiden ini kembali menyoroti perlunya transparansi dalam pengelolaan wasit oleh PSSI. Keputusan mendadak tanpa klarifikasi publik hanya membuka ruang spekulasi yang merugikan kredibilitas kompetisi. Madura United, dengan sikap profesionalnya, menunjukkan bahwa fokus pada sepak bola itu sendiri adalah jawaban terbaik.



