Lonjakan 17 Juta Investor dalam Lima Tahun, Pasar Modal Indonesia Makin Diminati Generasi Muda
Baca dalam 60 detik
- Jumlah investor pasar modal Indonesia melonjak dari 10 juta pada 2020 menjadi 27,4 juta pada 2026, didorong oleh minat generasi muda.
- Pandemi Covid-19 menjadi katalis utama pergeseran perilaku masyarakat ke instrumen investasi saham dan reksa dana.
- Para pejabat di Jogja Financial Festival 2026 juga menyoroti pengelolaan APBN dan strategi PT SMI menjaga NPL rendah.

Yogyakarta, 23 Mei 2026 – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat pertumbuhan eksponensial jumlah investor pasar modal dalam lima tahun terakhir. Dalam sesi Business Talks di Jogja Financial Festival 2026, Pjs Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengungkapkan bahwa per April 2026, total investor telah mencapai 27,4 juta, naik lebih dari dua kali lipat dibandingkan 10 juta pada tahun 2020.
“Dalam lima tahun, ada tambahan lebih dari 17 juta investor. Lonjakan ini mulai terlihat sejak pandemi, ketika masyarakat mencari alternatif investasi,” ujar Jeffrey di Jogja Expo Center, Jumat (22/5/2026). Fenomena ini mencerminkan perubahan fundamental dalam literasi dan inklusi keuangan di Indonesia, khususnya di kalangan milenial dan Gen Z.
Selain BEI, forum tersebut juga menghadirkan Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Suminto. Ia memaparkan kondisi APBN yang masih defisit serta kaitannya dengan penerbitan surat utang negara. Menurut Suminto, APBN tetap menjadi instrumen utama pembangunan meskipun dalam tekanan fiskal. “Kita ingin semua mesin pertumbuhan bekerja untuk menopang pembangunan,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) Reynaldi Hermansjah membagikan strategi perusahaan dalam menjaga rasio kredit bermasalah (NPL) tetap di bawah 1%, tepatnya 0,4%. Kunci utamanya adalah seleksi ketat proyek infrastruktur yang dibiayai, mitigasi risiko sejak awal, serta monitoring berkelanjutan. “Pemilihan jenis infrastruktur dan proyek yang tepat menjadi fondasi utama,” jelas Reynaldi.
Jogja Financial Festival 2026 yang berlangsung selama dua hari ini menjadi ajang edukasi dan diskusi bagi pelaku pasar, akademisi, dan masyarakat umum. Dengan tema memperkuat literasi keuangan, acara ini diharapkan mampu mendorong partisipasi investor ritel yang lebih berkualitas dan berkelanjutan.



