Prabowo Lontarkan Candaan Reshuffle ke Zulhas Usai Salah Nama Desa, Publik Bereaksi
Baca dalam 60 detik
- Presiden Prabowo bercanda soal reshuffle Menko Pangan Zulkifli Hasan saat kunjungan ke Kebumen karena kesalahan penyebutan nama desa.
- Warga setempat justru kompak menolak ide reshuffle, menunjukkan dukungan terhadap Zulhas di tengah insiden ringan tersebut.
- Momen ini menyoroti dinamika hubungan antara presiden dan menteri dalam suasana santai di depan publik.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6702420/original/003229400_1779521479-IMG-20260523-WA0140.jpg)
Presiden Prabowo Subianto melontarkan candaan mengenai kemungkinan mereshuffle Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), saat menghadiri acara Panen Raya Udang di Desa Tegalretno, Kecamatan Petanahan, Kebumen, Jawa Tengah, pada Sabtu (23/5/2026). Candaan tersebut muncul setelah Zulhas keliru memberikan informasi nama desa yang akan dikunjungi.
Dalam sambutannya, Prabowo awalnya mengucapkan terima kasih kepada warga Desa Karangduwur, namun langsung dikoreksi oleh warga bahwa lokasi yang benar adalah Desa Tegalretno. Menyadari kesalahan tersebut, Prabowo melirik ke arah Zulhas yang duduk di dekatnya. "Wah... Waduh ini Menko tadi salah," ujar Prabowo sambil tersenyum, merujuk pada kesalahan informasi yang diberikan oleh Zulhas.
Momen ini kemudian diikuti dengan pertanyaan Prabowo kepada warga: "Perlu di-reshuffle enggak kira-kira?" Secara serempak, warga menjawab tidak perlu, menunjukkan dukungan mereka terhadap Zulhas. Prabowo pun menimpali, "Oh, untung rakyat sayang sama kamu. Maturnuwun, minta maaf." Interaksi ringan ini mencerminkan suasana akrab antara presiden dan menteri di hadapan publik.
Kejadian ini juga menjadi pengingat bahwa reshuffle kabinet bukanlah isu yang selalu serius. Dalam konteks politik Indonesia, candaan semacam ini kerap dimanfaatkan untuk mengukur dukungan publik terhadap pejabat tertentu. Zulhas sendiri diketahui tengah gencar mendorong program swasembada pangan, termasuk pengembangan budidaya udang di berbagai daerah.
Ke depan, momen seperti ini dapat memperkuat kedekatan emosional antara pemerintah dan masyarakat. Namun, dari sisi profesionalisme, kesalahan informasi seperti ini sebaiknya diminimalkan agar tidak mengganggu kredibilitas kabinet. Publik akan terus mengawal konsistensi data dan kebijakan yang disampaikan oleh para menteri.



