Kapal Latih Legendaris Nippon Maru, Saksi Bisu Sejarah Maritim Jepang, Berlabuh Abadi di Yokohama
Baca dalam 60 detik
- Kapal layar Nippon Maru yang dibangun pada 1930 kini menjadi monumen terapung di kaki Landmark Tower Yokohama, setelah melatih lebih dari 11.500 pelaut selama 54 tahun berlayar.
- Dengan 70 persen lambung baja asli masih utuh, kapal ini menyimpan teknologi rivet dan sekat ganda yang mendahului standar keselamatan internasional.
- Sebanyak 29 layar dikembangkan 12 kali setahun untuk menghidupkan kembali kemegahan 'angsa putih Pasifik' yang pernah mengarungi 1,83 juta kilometer.

YOKOHAMA β Sebuah kapal layar bersejarah, Nippon Maru, bersandar abadi di kawasan Minato Mirai, tepat di kaki gedung pencakar langit Landmark Tower. Kapal yang dibangun pada 1930 ini bukan sekadar objek wisata, melainkan saksi bisu perjalanan panjang pendidikan maritim Jepang yang telah mencetak ribuan pelaut handal.
Dibangun di galangan kapal Kawasaki Dockyard, Kobe, Nippon Maru memiliki panjang sekitar 97 meter dengan empat tiang layar, termasuk tiang utama yang menjulang 46 meter di atas permukaan air. Pada masanya, kapal ini menjadi pionir sebagai kapal latih besar bermesin diesel, menggantikan perahu nelayan kecil dan kapal pribadi yang sebelumnya digunakan sekolah pelayaran negeri. Hingga pensiun pada 1984, kapal ini telah menempuh jarak 1,83 juta kilometer β setara 45 kali mengelilingi bumi β dan melatih 11.500 calon perwira pelayaran.
Keunikan konstruksi Nippon Maru terletak pada teknik penyambungan pelat baja menggunakan paku keling (rivet), bukan las seperti kapal modern. Hasilnya, lambung kapal tampak seperti tersusun dari tambalan, namun justru metode ini memberikan keandalan tinggi. Kapal ini juga telah mengadopsi sistem keamanan yang mendahului standar perjanjian internasional, seperti dasar ganda berkompartemen yang membatasi risiko kebocoran.
Dengan layar putih berkibar dan lambung putih berkilauan, Nippon Maru dijuluki 'angsa putih Pasifik' β julukan yang melekat sejak era keemasannya.
Kini, sebanyak 29 layar kapal dikembangkan penuh sekitar 12 kali dalam setahun dalam pertunjukan full-sail display, menghidupkan kembali suasana masa jayanya. Pengunjung dapat menyaksikan langsung kemegahan kapal yang pernah menjadi kebanggaan armada latih Jepang. Bagi para pencinta sejarah maritim, Nippon Maru bukan sekadar monumen, melainkan jendela untuk memahami bagaimana teknologi dan dedikasi membentuk generasi pelaut tangguh.
Ke depannya, pelestarian kapal ini menjadi simbol komitmen Jepang dalam menjaga warisan maritim sekaligus mengedukasi publik tentang pentingnya keselamatan dan inovasi di bidang pelayaran.



