DPR Desak Kemenhaj Perketat Pengawasan di Armuzna untuk Cegah Kekacauan Puncak Haji
Baca dalam 60 detik
- Timwas Haji DPR meminta Kementerian Haji mengantisipasi potensi kesemrawutan di Armuzna saat puncak ibadah haji 2026.
- Ketua kloter dinilai sebagai ujung tombak yang harus mengatur ritme pergerakan jemaah dan memastikan pelayanan optimal.
- Detail teknis seperti jumlah bus, akses lansia, dan pemetaan jemaah Nafar menjadi kunci kelancaran fase Armuzna.

Tim Pengawas Haji DPR RI periode 2026 menyoroti kerawanan yang berpotensi terjadi pada fase puncak ibadah haji di kawasan Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina). Mereka mendesak Kementerian Haji dan seluruh petugas daerah untuk memperkuat koordinasi sejak awal pergerakan jemaah guna menghindari kesemrawutan.
Anggota Timwas Haji DPR, Singgih Januratmoko, menegaskan bahwa Armuzna merupakan titik kritis penyelenggaraan haji. Jutaan jemaah dari berbagai negara berkumpul di lokasi dan waktu yang sama, ditambah suhu ekstrem yang bisa melebihi 40 derajat Celsius. Situasi ini, menurutnya, rawan memicu ego sektoral, perdebatan, dan rebutan hak tempat di maktab.
Singgih menekankan peran vital ketua kloter sebagai ujung tombak pengaturan ritme pergerakan jemaah. Mereka harus proaktif dan komunikatif dengan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) serta syarikah penyedia layanan. "Ketua Kloter adalah ujung tombak dalam mengorkestrasi kenyamanan jemaah selama di Armuzna," ujar politisi Fraksi Partai Golkar itu.
Selain itu, detail teknis seperti jumlah bus, kapasitas kendaraan, akses ramah lansia, dan kepastian maktab penempatan di Arafah harus dipastikan sebelum pergerakan. Singgih mencontohkan, jam keberangkatan, jumlah bus, hingga kesesuaian bus bagi lansia perlu dikoordinasikan secara rinci.
Petugas juga diminta menyiapkan pola pendampingan saat mabit di Muzdalifah dan lontar jumrah di Mina. Pemetaan jemaah Nafar Awal dan Nafar Tsani menjadi penting untuk mencegah penumpukan berlebih. Di akhir arahannya, Singgih mengajak seluruh petugas menjaga kesehatan dan kekompakan tim demi pelayanan terbaik bagi jemaah haji Indonesia.



