BSI Fokus pada Pembiayaan UMKM Berkelanjutan, Incar Potensi Ekosistem Halal Rp5.000 Triliun
Baca dalam 60 detik
- PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menjadikan pembiayaan UMKM sebagai motor pertumbuhan ekonomi yang adil dan berkelanjutan, dengan prinsip syariah sebagai landasan.
- Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, menekankan pentingnya pendampingan UMKM agar bisnis mereka tidak hanya tumbuh, tetapi juga bertahan dalam jangka panjang.
- BSI melihat potensi besar di sektor halal lifestyle yang nilainya mencapai Rp5.000 triliun, dan berkomitmen mendorong ekosistem syariah melalui pembiayaan dan pendampingan.

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) terus memperkuat perannya sebagai motor penggerak ekonomi nasional, khususnya di segmen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Dalam ajang Jogja Financial Festival, Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, menegaskan bahwa pembiayaan yang disalurkan perbankan syariah tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga pada keberlanjutan dan keadilan ekonomi.
Menurut Anggoro, sektor perbankan memiliki posisi strategis untuk menentukan arah pertumbuhan ekonomi yang inklusif. "Di sinilah peran perbankan syariah dalam membangun ekonomi yang adil, transparan, berkelanjutan, dan bermanfaat. Ekonomi tidak hanya untuk profit, jadi bagaimana kami di BSI bisa mendorong UMKM. Kami akan membiayai UMKM agar pertumbuhannya sustain," ujarnya pada Sabtu (23/5/2026).
Anggoro menjelaskan bahwa Indonesia saat ini menempati peringkat ketiga dunia dalam pengembangan ekonomi syariah, khususnya di sektor halal lifestyle dan fashion. Dengan populasi muslim terbesar, potensi pasar halal dalam negeri sangat besar. "Halal lifestyle posisi ketiga ekonomi syariah. Jadi kalau kita lihat seperti ini Indonesia nomer 3, perbankan bisa mendorong arah ekonomi, lifestyle dan fashion. Kita dominan potensial Rp 5 ribu triliun kalau semua mendorong ke ekosistem halal karena kita populasi terbesar," katanya.
Untuk memastikan pertumbuhan UMKM yang berkelanjutan, BSI tidak hanya memberikan pembiayaan, tetapi juga melakukan pendampingan usaha. Langkah ini dinilai krusial agar para pelaku UMKM mampu mengelola bisnisnya secara profesional dan bertahan dalam persaingan. "Di sinilah peran bank syariah, apakah bisa memimpin transparansi dan berkelanjutan, UMKM didampingi agar lebih sustain," lanjut Anggoro.
Dengan strategi ini, BSI berharap dapat menjadi enabler utama bagi pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia, sekaligus mendorong UMKM naik kelas. Fokus pada pembiayaan berkelanjutan dan pendampingan diyakini akan menciptakan dampak jangka panjang yang positif, tidak hanya bagi nasabah, tetapi juga bagi perekonomian nasional secara keseluruhan.



