Investor Pasar Modal Indonesia Tembus 27,4 Juta, BEI Catat Lonjakan 17 Juta dalam Lima Tahun
Baca dalam 60 detik
- Jumlah investor pasar modal Indonesia melonjak dari 10 juta pada 2020 menjadi 27,4 juta per Mei 2026, didorong minat generasi muda dan efek pandemi.
- Pertumbuhan ini mencerminkan peningkatan literasi keuangan masyarakat dan menjadi indikator positif bagi perekonomian nasional.
- BEI mencatat tambahan 7,4 juta investor baru hingga pertengahan 2026, menandakan optimisme pasar yang berkelanjutan.

Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan pertumbuhan signifikan jumlah investor pasar modal dalam lima tahun terakhir. Hingga saat ini, tercatat 27,4 juta investor, meningkat drastis dari 10 juta pada 2020. Lonjakan ini terutama dipicu oleh meningkatnya minat masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap investasi saham.
Dalam acara Jogja Financial Festival (Finfest) 2026, Jumat (22/5/2026), Pjs Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengungkapkan bahwa dalam lima tahun terakhir terjadi penambahan lebih dari 17 juta investor atau lebih dari dua kali lipat. Ia menilai pandemi Covid-19 menjadi katalis utama, di mana jumlah investor tumbuh dari 4-5 juta menjadi 10 juta selama masa tersebut. "Ini menunjukkan publik kita sudah lebih paham terkait investasi pasar modal," ujarnya.
Jeffrey menekankan bahwa tren peningkatan jumlah investor ini merupakan sinyal positif bagi perekonomian nasional. "Pergerakan di pasar modal itu sejalan dengan pergerakan perekonomian," katanya. Optimisme dan kepercayaan investor dinilai tetap terjaga, terlihat dari tambahan 7,4 juta investor baru hingga pertengahan 2026, melampaui capaian sepanjang 2025 yang hanya 2,5 juta.
Meskipun demikian, BEI juga mengingatkan bahwa investasi saham mengandung risiko fluktuasi harga. Jeffrey menjelaskan bahwa investor membeli kepemilikan perusahaan, sehingga berpotensi memperoleh dividen jika perusahaan untung, namun juga menghadapi potensi kerugian saat harga turun. "Pada saat naik ada capital gain, tapi saat turun ada potential loss," pungkasnya.
Pertumbuhan investor yang pesat ini menuntut peningkatan literasi keuangan dan perlindungan investor. BEI diharapkan terus mengedukasi masyarakat tentang risiko dan peluang di pasar modal, serta memperkuat infrastruktur untuk mendukung partisipasi yang sehat dan berkelanjutan.



