Borneo FC vs Malut United: Laga Penentu Gelar BRI Super League 2025/2026
Baca dalam 60 detik
- Borneo FC Samarinda masih berpeluang menjadi juara jika menang dan Persib Bandung kalah di laga lain.
- Pelatih Fabio Lefundes menargetkan kemenangan sebagai kado perpisahan untuk suporter di Stadion Segiri.
- Hendri Susilo menjadi satu-satunya pelatih lokal yang bertahan sejak awal musim, meski perannya di lapangan lebih banyak didelegasikan ke asisten.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5400184/original/044015200_1762068222-InShot_20251102_134540718.jpg)
Borneo FC Samarinda akan menjalani laga pamungkas BRI Super League 2025/2026 dengan menghadapi Malut United di Stadion Segiri, Samarinda, Sabtu (23/5/2026). Pertandingan ini menjadi penentu nasib Pesut Etam dalam perebutan gelar juara, meski hasil akhir tetap bergantung pada laga lain antara Persib Bandung dan Persijap Jepara.
Fabio Lefundes, pelatih asal Brasil, mengakui bahwa timnya telah melewati musim yang luar biasa. Meski persaingan papan atas sangat ketat dengan banyaknya tim kuat, Borneo FC mampu bertahan di jalur juara hingga pekan terakhir. Kemenangan atas Malut United menjadi harga mati, namun syarat tambahan berupa kekalahan Persib tetap diperlukan untuk memastikan gelar.
Lefundes menegaskan bahwa timnya ingin memberikan kado spesial bagi suporter setia yang hadir. "Pertandingan terakhir di Samarinda. Kami ingin menutup musim dengan kemenangan," ujarnya. Ia juga menyoroti kondisi skuad yang prima dan semangat tinggi para pemain dalam latihan.
Di kubu lawan, Hendri Susilo menjadi sorotan sebagai satu-satunya pelatih lokal yang bertahan sejak awal musim. Pelatih asal Indonesia ini memilih rendah hati dan menyebut dirinya sebagai "pelatih kampung". Uniknya, meski berstatus pelatih kepala, Hendri lebih banyak diam di bangku cadangan dan menyerahkan instruksi kepada asistennya. "Saya sudah tua, biar yang muda yang aktif. Tapi kendali tetap di tangan saya," katanya.
Borneo FC diprediksi menurunkan formasi 4-3-3 dengan Nadeo Argawinata di bawah mistar, lini belakang diisi Alfharezzi Buffon, Komang Teguh, Christoph Nduwarugira, dan Caxambu. Di lini tengah, Kei Hirose, Rivaldo Pakpahan, dan Juan Villa akan menjadi motor serangan. Tiga penyerang andalan Mariano Peralta, Koldo Obieta, dan Muhammad Sihran diharapkan mampu membongkar pertahanan Malut United.
Malut United juga mengandalkan formasi serupa dengan Angga Saputro sebagai kiper. Pertahanan diperkuat Igor Inocencio, Gustavo Franca, Nilson Junior, dan Yance Sayuri. Lini tengah diisi Manahati Lestusen, Tri Setiawan, dan Septian David Maulana, sementara trisula depan Ciro Alves, David Da Silva, dan Yakob Sauri siap merepotkan tuan rumah.
Laga ini menjadi ujian terakhir bagi kedua tim. Bagi Borneo FC, ini adalah kesempatan emas untuk mengangkat trofi di hadapan pendukung sendiri. Sementara Malut United, meski tanpa beban, tetap ingin mengakhiri musim dengan hasil positif. Pertandingan diprediksi berlangsung sengit dengan intensitas tinggi.



