Tiga Perubahan Utama Biaya Medicare 2026 yang Perlu Dicermati Peserta
Baca dalam 60 detik
- Premi Part B diproyeksikan naik 12% menjadi $206 per bulan pada 2026, dua kali lipat kenaikan tahun sebelumnya dan melebihi kenaikan tunjangan Social Security.
- Pembatasan layanan telehealth akibat tidak diperpanjangnya program oleh Kongres berpotensi meningkatkan biaya dan hambatan akses bagi pasien di daerah rural dan penyandang disabilitas.
- Meski premi obat Part D rata-rata turun, perusahaan asuransi diizinkan menaikkan premi hingga $50 per bulan, dan pengurangan jumlah rencana dapat menyebabkan biaya lebih tinggi untuk obat spesial tertentu.

Periode pendaftaran terbuka Medicare yang berlangsung sejak 15 Oktober hingga 7 Desember menjadi momen krusial bagi sekitar 69 juta penerima manfaat di Amerika Serikat. Para ahli mendesak peserta untuk mencermati perubahan biaya dan cakupan layanan pada 2026, terutama karena sejumlah komponen mengalami penyesuaian signifikan di tengah ketidakpastian akibat potensi penutupan pemerintahan federal.
Whitney Stidom, Wakil Presiden Consumer Enablement di eHealth, menekankan bahwa jutaan penerima manfaat akan menghadapi biaya out-of-pocket yang lebih tinggi dan manfaat yang berkurang tahun depan. “Membandingkan opsi cakupan Medicare menjadi sangat penting tahun ini,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa peserta yang proaktif selama periode pendaftaran dapat menghemat hingga $1.800 per tahun dengan bantuan agen asuransi berlisensi.
Salah satu perubahan paling mencolok adalah kenaikan premi bulanan Bagian B (cakupan medis rawat jalan) sebesar 12%, dari $185 pada 2025 menjadi $206 pada 2026. Kenaikan ini dua kali lipat dibandingkan kenaikan tahun sebelumnya dan lebih besar dari proyeksi kenaikan tunjangan Social Security yang hanya 2,7%. Menurut Centers for Medicare & Medicaid Services (CMS), faktor pendorongnya antara lain peningkatan utilisasi layanan Bagian B, bertambahnya jumlah pendaftar, serta melonjaknya biaya rawat inap dan rawat jalan.
Di sisi lain, premi rata-rata untuk rencana Medicare Advantage yang mencakup obat resep justru turun dari $16 menjadi $14 per bulan. Premi untuk rencana Bagian D mandiri juga menurun dari $38 menjadi $34 per bulan. Namun, perusahaan asuransi kini diizinkan menaikkan premi Bagian D hingga $50 per bulan, lebih tinggi dari batas sebelumnya $35. Jumlah rencana Bagian D mandiri diperkirakan menyusut dari 464 menjadi 360 secara nasional, yang dapat membatasi pilihan peserta.
Ancaman lain datang dari tidak diperpanjangnya program telehealth oleh Kongres yang berakhir pada 1 Oktober. Dr. Kanwar Kelley, CEO Side Health, memperingatkan bahwa pembatasan ini akan menimbulkan kesenjangan akses bagi pasien disabilitas dan mereka yang tinggal di daerah pedesaan. “Mengonversi pasien yang terbiasa dengan telehealth kembali ke kunjungan tatap muka akan menimbulkan biaya transportasi, kehilangan waktu kerja, dan hambatan logistik,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa penundaan atau penghindaran perawatan dapat meningkatkan biaya jangka panjang dan memperburuk hasil kesehatan.
Peserta juga perlu mewaspadai perubahan pada cakupan obat. Meskipun negosiasi harga obat Bagian D oleh pemerintah diperkirakan menghasilkan diskon 38% hingga 79% untuk 10 obat resep populer seperti Eliquis, Xarelto, Januvia, Jardiance, dan Farxiga, Dr. Kelley mengingatkan bahwa pengurangan opsi dan perubahan daftar obat yang ditanggung dapat menyebabkan biaya lebih tinggi untuk obat spesial tertentu. Selain itu, keputusan pemerintahan Trump untuk tidak menanggung obat penurun berat badan GLP-1 seperti Ozempic tetap berlaku.
“Perubahan pada deductible, copay, dan coinsurance dapat berdampak besar pada penerima manfaat Medicare, terutama mereka yang hidup dengan pendapatan tetap. Penting bagi peserta untuk yakin bahwa mereka mampu membayar perawatan medis yang dibutuhkan jika terjadi penyakit atau cedera yang tidak terduga.” – Whitney Stidom
Stidom merekomendasikan peserta untuk memeriksa surat pemberitahuan perubahan tahunan dari penyedia rencana Medicare Advantage dan Bagian D mereka, serta membandingkan rencana secara daring melalui pasar swasta. “Beberapa situs web memudahkan perbandingan rencana Medicare Advantage berdasarkan faktor-faktor seperti kebutuhan kesehatan pribadi, lokasi, dan obat yang diresepkan,” katanya. Ia juga menekankan pentingnya meneliti rencana Bagian D karena perubahan premi antar tahun dapat bervariasi antar perusahaan asuransi.
Dengan sekitar 70% peserta Medicare saat ini tidak membandingkan opsi rencana, para ahli menilai bahwa periode pendaftaran terbuka ini menjadi kesempatan emas untuk mengoptimalkan cakupan dan mengendalikan biaya. Mengingat kenaikan biaya hidup dan potensi gangguan layanan, langkah proaktif dalam memilih rencana yang tepat dapat menjadi penentu stabilitas finansial dan akses kesehatan di tahun mendatang.



