Wembanyama Akui Masih Kurang Berkontribusi untuk Tim: Spurs Terpuruk di Final Wilayah Barat
Baca dalam 60 detik
- Victor Wembanyama secara blak-blakan mengakui dirinya belum mampu menjadi pemain tim yang efektif setelah Spurs kalah dua kali beruntun dari Thunder.
- Meski mencatat rekor poin tertinggi tim dalam tiga laga beruntun, masalah kedalaman bangku cadangan Spurs menjadi celah yang dieksploitasi Oklahoma City.
- Kekalahan 108-123 membuat San Antonio tertinggal 1-2 di Final Wilayah Barat, mempertegas tantangan adaptasi tim muda di playoff.

San Antonio Spurs kembali menelan pil pahit setelah dibantai Oklahoma City Thunder 108-123 di Frost Bank Center, Jumat malam (Sabtu WIB). Kekalahan ini membuat Spurs tertinggal 1-2 dalam seri best-of-seven Final Wilayah Barat NBA. Bintang muda Victor Wembanyama, yang mencetak 26 poin dalam 39 menit, justru menjadi kritikus paling keras bagi dirinya sendiri usai pertandingan.
Wembanyama, yang baru berusia 22 tahun, menilai performanya belum cukup untuk mengangkat permainan rekan setim. "Saya kesulitan membuat rekan setim saya menjadi lebih baik saat ini. Saya harus berbuat lebih. Persentase tembakan saya tidak buruk, tapi saya perlu menjadi pemain tim yang lebih baik," ujarnya dalam konferensi pers. Pernyataan ini muncul setelah ia mencatatkan 20+ poin dalam tiga laga beruntun—pencapaian yang terakhir kali dilakukan Tim Duncan pada 2007.
Masalah Spurs tidak hanya terletak pada Wembanyama. Ketergantungan pada bangku cadangan menjadi titik lemah yang dieksploitasi Thunder. Dalam dua laga pertama, Oklahoma unggul telak 107-28 dalam kontribusi poin dari pemain cadangan. Pada laga ketiga, Thunder kembali mendominasi dengan 76 poin dari bangku cadangan, dipimpin Jaylin Williams yang mencetak dua tembakan jarak jauh dan satu lemparan bebas kunci. Sementara itu, Shai Gilgeous-Alexander menjadi motor serangan dengan 26 poin dan 12 asis, ditambah 24 poin dari Jared McCain.
Pelatih Mitch Johnson kini menghadapi tekanan untuk merotasi pemain lebih efektif. Wembanyama menambahkan, "Sebagai tim dan organisasi, kami mengalami banyak pengalaman baru. Kami harus menemukan jawabannya. Pasti akan ada cobaan berat, itu sudah diduga. Sekarang kita lihat apa yang kami punya." Sikap introspektif ini menunjukkan kesadaran bahwa pengalaman playoff masih menjadi PR besar bagi skuad muda Spurs.
Di sisi lain, kemenangan Oklahoma City juga diiringi hasil positif New York Knicks yang mengalahkan Cleveland Cavaliers. Josh Hart mencetak rekor karier 26 poin untuk membawa Knicks selangkah lagi menuju Final NBA—mereka hanya butuh dua kemenangan lagi. Pemenang Final Wilayah Barat akan menghadapi pemenang antara Cavaliers dan Knicks di Final NBA.
Laga keempat antara Spurs dan Thunder akan berlangsung Senin dini hari WIB. Bagi San Antonio, ini adalah ujian sejati: mampukah mereka bangkit dari keterpurukan, atau justru semakin terbenam dalam tekanan playoff? Wembanyama dan kawan-kawan harus segera menemukan solusi jika ingin memperpanjang napas di postseason.



