Shai Gilgeous-Alexander Cetak Sejarah: Pemain ke-14 Raih MVP NBA Dua Tahun Beruntun
Baca dalam 60 detik
- Shai Gilgeous-Alexander dari Oklahoma City Thunder menjadi pemain ke-14 dalam sejarah NBA yang meraih gelar MVP dua musim berturut-turut.
- Dominasi pemain non-AS berlanjut: untuk kedelapan kalinya secara beruntun, MVP diberikan kepada pemain yang lahir di luar Amerika Serikat.
- Gilgeous-Alexander mengumpulkan 83 dari 100 suara pilihan pertama, mengungguli Nikola Jokic dan Victor Wembanyama yang masing-masing mendapat 10 dan 5 suara.

Shai Gilgeous-Alexander, bintang utama Oklahoma City Thunder yang juga merupakan juara bertahan NBA, resmi dinobatkan sebagai Most Valuable Player (MVP) untuk musim kedua beruntun pada Minggu (13/4) waktu setempat. Dengan pencapaian ini, ia menjadi pemain ke-14 dalam sejarah liga yang mampu mempertahankan gelar individu tertinggi tersebut.
Dalam pemungutan suara yang melibatkan 100 panelis, Gilgeous-Alexander meraih 83 suara pilihan pertama, jauh meninggalkan pesaing terdekatnya. Nikola Jokic dari Denver Nuggets hanya memperoleh 10 suara pertama, sementara Victor Wembanyama dari San Antonio Spurs mendapat lima suara. Luka Doncic yang kini membela Los Angeles Lakers menempati posisi keempat, dan Cade Cunningham dari Detroit Pistons berada di urutan kelima dengan dua suara pertama—menjadi pemain kelahiran AS pertama yang mendapatkan suara pertama sejak 2021.
Pencapaian Gilgeous-Alexander juga menandai dominasi pemain internasional yang terus berlanjut. Ini adalah tahun kedelapan berturut-turut MVP diberikan kepada pemain yang lahir di luar Amerika Serikat, sebuah tren yang menyoroti globalisasi bakat di NBA. Dalam sambutannya di fasilitas latihan Thunder, Gilgeous-Alexander menekankan peran tim dalam kesuksesannya. "Basketball jelas olahraga tim. Semua angka, semua penghargaan, semua yang saya lakukan di lapangan—jika kami hanya menang 10 pertandingan, saya tidak akan ada dalam percakapan ini. Jadi, terima kasih banyak, kawan. Saya cinta kalian," ujarnya di hadapan rekan setim yang kompak mengenakan jas Burberry baru, hadiah dari sang MVP.
Pelatih Thunder, Mark Daigneault, memuji konsistensi dan perkembangan sang pemain. "Siapa dirinya tidak pernah berubah. Saya pikir dia telah memoles sisi permainan, kepemimpinan, dan perspektifnya, seperti orang lain yang sedang menuju kedewasaan," kata Daigneault. Pernyataan ini menegaskan bahwa kesuksesan Gilgeous-Alexander bukanlah kebetulan, melainkan hasil dari kerja keras dan pertumbuhan yang berkelanjutan.
Dengan raihan ini, Gilgeous-Alexander tidak hanya mengukir namanya dalam sejarah NBA, tetapi juga memperkuat posisi Oklahoma City Thunder sebagai salah satu tim dengan fondasi pemain muda yang menjanjikan. Ke depannya, tantangan terbesar adalah mempertahankan performa puncak di tengah persaingan yang semakin ketat, terutama dengan munculnya bintang-bintang baru seperti Wembanyama yang diprediksi akan menjadi pesaing serius di masa mendatang.



