Cavaliers Hempaskan Unggulan Utama Pistons, Lolos ke Final Konferensi Timur
Baca dalam 60 detik
- Cleveland Cavaliers mengalahkan Detroit Pistons 125-94 di gim ketujuh, menembus final konferensi untuk pertama kalinya sejak 2018.
- Donovan Mitchell memimpin dengan 26 poin, didukung Jarrett Allen dan Sam Merrill masing-masing 23 poin, mengakhiri kebuntuan tim di babak kedua.
- Cavaliers akan berhadapan dengan New York Knicks yang telah beristirahat seminggu penuh setelah menyapu bersih Philadelphia 76ers.

Cleveland Cavaliers memastikan tiket ke Final Konferensi Timur NBA setelah menundukkan Detroit Pistons dengan skor telak 125-94 dalam laga penentuan gim ketujuh, Minggu (19/5) waktu setempat. Kemenangan ini menjadi pencapaian pertama Cavaliers menembus babak final konferensi sejak musim 2018, sekaligus mengubur kenangan pahit tersingkir di ronde kedua dalam dua musim terakhir.
Donovan Mitchell tampil sebagai motor serangan dengan koleksi 26 poin, sementara Jarrett Allen dan Sam Merrill masing-masing menyumbang 23 poin. Ketiganya menjadi tulang punggung yang mengangkat performa tim saat menghadapi tekanan laga hidup-mati. Pelatih Kenny Atkinson berhasil meramu strategi yang efektif, terutama dalam memanfaatkan kelemahan pertahanan Detroit di kuarter awal.
Bagi Mitchell, yang baru pertama kali merasakan final konferensi dalam sembilan musim kariernya di NBA, pencapaian ini menjadi penanda penting. “Kami tidak datang ke sini hanya untuk memenangkan satu target. Tahun lalu saat kalah dari Indiana, target kami sudah tertuju ke Final NBA. Kini kami selangkah lebih dekat,” ujar Mitchell. Ia menambahkan, “Hampir satu dekade kami menghadapi masalah yang sama. Sebagai tim, kami bisa bernapas sedikit, tapi hanya 12 jam, lalu kembali bekerja.”
Di kubu Pistons, Daniss Jenkins menjadi pencetak skor terbanyak dengan 17 poin, disusul Cade Cunningham dan Duncan Robinson masing-masing 13 poin. Cunningham, yang biasanya rata-rata mencetak angka lebih tinggi, hanya mampu tampil 16 poin di bawah rata-rata playoff-nya. “Laga ini menyebalkan. Kami ingin menang di depan pendukung sendiri. Ini mengingatkan saya pada tahun lalu, kalah di kandang. Perasaan yang tidak enak,” keluh Cunningham.
Kegagalan Detroit memanfaatkan keunggulan sebagai unggulan pertama dan gagal mengamankan gim ketujuh di kandang sendiri menjadi catatan tersendiri. Mereka sejatinya memaksakan gim penentuan setelah menang di gim keenam, namun performa ofensif yang buruk di awal laga menjadi bumerang. Cavaliers, sebaliknya, tampil efisien dan disiplin sepanjang pertandingan.
Dengan hasil ini, Cavaliers melaju ke final konferensi dan akan berhadapan dengan New York Knicks yang telah beristirahat selama sepekan penuh setelah menyapu bersih Philadelphia 76ers di babak sebelumnya. Knicks diprediksi tampil segar dan siap memberikan perlawanan sengit. Cavaliers perlu mempertahankan momentum dan konsistensi permainan jika ingin melangkah lebih jauh menuju Final NBA.



