Thunder Pukul Lakers di Game 1 Semifinal Wilayah Barat: Holmgren Jadi Bintang
Baca dalam 60 detik
- Chet Holmgren mencatatkan double-double 24 poin dan 12 rebound untuk membawa Oklahoma City Thunder unggul 1-0 atas Los Angeles Lakers di semifinal Wilayah Barat.
- Pelatih Thunder Mark Daigneault menekankan pendekatan fokus pada setiap pertandingan tanpa terpengaruh hasil sebelumnya atau opini eksternal.
- Lakers harus memperbaiki transisi bertahan dan penguasaan rebound ofensif jika ingin menyamakan kedudukan di Game 2 yang akan digelar Kamis.

Oklahoma City Thunder sukses mempertahankan status juara bertahan dengan mengalahkan Los Angeles Lakers 108-90 dalam Game 1 semifinal Wilayah Barat NBA, Senin (6/5) waktu setempat. Kemenangan ini sekaligus memperpanjang rekor positif Thunder di kandang sendiri musim ini.
Bintang muda Thunder, Chet Holmgren, tampil gemilang dengan torehan 24 poin, 12 rebound, dan 3 blok. Ia menjadi motor utama serangan timnya, terutama di kuarter pertama saat Thunder mulai membangun keunggulan. Shai Gilgeous-Alexander juga berkontribusi signifikan dengan 18 poin, 6 asis, dan akurasi tembakan 8 dari 15 dari lapangan.
Dari kubu Lakers, LeBron James memimpin dengan 27 poin dan 6 asis, sementara Rui Hachimura menambahkan 18 poin. Namun, pertahanan Lakers kesulitan mengantisipasi serangan cepat Thunder, terutama setelah kuarter pertama. Thunder unggul 61-53 saat turun minum dan terus menjauh di babak kedua dengan selisih 10 poin.
β’ Thunder memimpin sepanjang pertandingan sejak 38 detik tersisa di kuarter pertama.
β’ Thunder mencetak 61 poin di babak pertama, tertinggi kedua mereka musim ini di postseason.
β’ Lakers hanya menghasilkan 37 poin di babak kedua, terendah kedua mereka di playoff.
Pelatih Thunder Mark Daigneault menegaskan bahwa timnya tidak terpengaruh oleh hasil pertemuan sebelumnya atau prediksi luar. "Setiap pertandingan tidak tertulis. Semua yang terjadi sebelum pertandingan tidak berarti, dan semua yang terjadi setelahnya juga tidak berarti. Yang penting bola akan melambung pukul 7.30, skor 0-0, dan tim dengan poin lebih banyak yang menang," ujarnya. Filosofi ini, menurut Daigneault, membantu tim tetap fokus dan tidak terganggu oleh tekanan.
Di sisi lain, pelatih Lakers JJ Redick mengakui kelemahan timnya dalam mengamankan rebound ofensif. "Ketika mereka mendapatkan rebound ofensif, mereka benar-benar menghukum kami. Kami harus lebih baik dalam membangun kembali setelah rebound ofensif. Anda bermain melawan juara dunia, margin kesalahan sangat kecil. Kami melakukan terlalu banyak kesalahan malam ini," keluhnya. Redick optimistis timnya akan memperbaiki detail eksekusi di Game 2.
Game 2 semifinal Wilayah Barat dijadwalkan berlangsung Kamis (9/5) di arena yang sama. Thunder berpeluang memperlebar keunggulan, sementara Lakers wajib bangkit untuk menghindari tekanan 0-2.



