Sinner Samai Rekor Djokovic, Gauff Bangkit di Roma
Baca dalam 60 detik
- Petenis nomor satu dunia Jannik Sinner mencatatkan 31 kemenangan beruntun di turnamen Masters 1000, menyamai rekor Novak Djokovic.
- Coco Gauff sukses membalikkan keadaan setelah tertinggal satu set untuk mengalahkan Mirra Andreeva dan melaju ke perempat final.
- Alexander Zverev kritis terhadap kualitas lapangan usai tersingkir secara dramatis dari turnamen.

Petenis tuan rumah Jannik Sinner berhasil menyamai rekor legendaris Novak Djokovic setelah meraih kemenangan ke-31 berturut-turut di turnamen Masters 1000. Kemenangan tersebut mengantarkannya ke babak perempat final Italian Open yang berlangsung di Foro Italico, Roma.
Sinner, yang saat ini menempati peringkat satu dunia, mengalahkan rekan senegaranya Andrea Pellegrino dengan skor telak 6-2, 6-3. Pebulutangkis berusia 22 tahun itu sebelumnya telah mencatatkan rekor baru dengan memenangkan lima turnamen Masters secara beruntun, termasuk gelar di Madrid pekan lalu. Ia kini membidik koleksi sembilan gelar Masters, sebuah pencapaian yang baru diraih oleh Djokovic.
Prestasi Sinner semakin mengesankan mengingat ia hanya kehilangan dua set sejak kekalahan terakhirnya dari Jakub Mensik pada Februari lalu. Di perempat final, ia akan berhadapan dengan Andrey Rublev yang sebelumnya menyingkirkan Nikoloz Basilashvili dalam pertandingan tiga set yang menegangkan.
Sementara itu, kejutan terjadi saat unggulan kedua Alexander Zverev harus mengakui keunggulan Luciano Darderi. Petenis Italia berusia 18 tahun itu bangkit dari ketertinggalan satu set dan 5-3, serta menyelamatkan empat match point sebelum menang 1-6, 7-6 (12-10), 6-0. Zverev melontarkan kritik pedas terhadap kondisi lapangan, menyebutnya sebagai lapangan terburuk yang pernah ia mainkan. "Saya memiliki match point, tapi bola melompat melewati kepala saya. Saya memiliki break point, bola menggelinding," ujarnya.
Di sektor putri, Coco Gauff menunjukkan mental juara setelah bangkit dari ketertinggalan satu set untuk mengalahkan Mirra Andreeva 4-6, 6-2, 6-4. Ini menjadi kemenangan ketiga beruntun Gauff di Roma setelah melalui pertandingan tiga set. Meski sempat unggul 5-1 di set penentuan, Gauff nyaris kehilangan keunggulan sebelum akhirnya menutup pertandingan. "Saya berusaha tetap tenang secara mental. Saya unggul jauh di set ketiga, tapi kemudian pertandingan menjadi ketat. Mirra adalah pemain hebat, jadi saya belajar cara menutup pertandingan," komentar Gauff.
Petenis veteran asal Rumania, Sorana Cirstea, melanjutkan performa impresifnya dengan mengalahkan Jelena Ostapenko 6-1, 7-6 (7-0). Sebelumnya, Cirstea sukses menyingkirkan petenis nomor satu dunia Aryna Sabalenka.
Dengan persaingan yang semakin ketat, Italian Open tahun ini menjanjikan kejutan-kejutan menarik. Sinner akan berusaha mempertahankan rekor kemenangannya, sementara para petenis muda seperti Darderi dan Jodar siap menjadi bintang baru di panggung tenis dunia.



