Sinner Kalahkan Medvedev di Semifinal Tertunda Hujan, Tantang Ruud di Final Italian Open
Baca dalam 60 detik
- Petenis nomor satu dunia Jannik Sinner memastikan tiket final Italian Open usai menaklukkan Daniil Medvedev dengan skor 6-2, 5-7, 6-4 dalam laga yang dihentikan hujan dan dilanjutkan keesokan harinya.
- Kemenangan ini memperpanjang rekor kemenangan beruntun Sinner menjadi 28 laga dan membawanya selangkah lagi meraih Career Golden Masters, menyamai catatan Novak Djokovic.
- Di partai puncak, Sinner akan berhadapan dengan Casper Ruud yang sebelumnya melibas Luciano Darderi 6-1, 6-1, sekaligus berpeluang menjadi juara tuan rumah pertama sejak Adriano Panatta pada 1976.

Petenis nomor satu dunia Jannik Sinner berhasil melaju ke partai final Italian Open 2026 setelah mengalahkan Daniil Medvedev dalam laga semifinal yang sempat tertunda akibat hujan. Pertandingan yang berlangsung di Campo Centrale, Roma, itu berakhir dengan skor 6-2, 5-7, 6-4, dan harus diselesaikan pada Sabtu (18/5) setelah terhenti pada Jumat malam karena guyuran air.
Sinner menunjukkan dominasi di set pertama dengan hanya kehilangan tiga poin dari servis pertamanya dalam empat game awal. Namun, Medvedev bangkit di set kedua dengan memanfaatkan penurunan intensitas Sinner yang tampak kelelahan dan kesulitan bernapas. Petenis Italia itu bahkan sempat memanggil tim medis karena kram, tetapi berhasil bangkit di set penentuan dengan merebut break awal dan memicu semangat penonton. Hujan kemudian turun saat Sinner unggul 4-3, dan pertandingan ditunda hingga keesokan hari.
Kembali ke lapangan 18 jam kemudian, Sinner hanya butuh 15 menit untuk memastikan kemenangan. Ia menyelesaikan game servisnya dengan cemerlang, lalu memiliki dua match point saat Medvedev melakukan servis. Meski gagal memanfaatkan peluang tersebut, Sinner tetap tenang dan akhirnya mengamankan kemenangan pada servisnya sendiri.
Di partai final, Sinner akan menghadapi Casper Ruud yang tampil impresif dengan mengalahkan petenis tuan rumah Luciano Darderi 6-1, 6-1. Pertandingan semifinal Ruud juga sempat tertunda hujan hampir dua jam saat ia unggul 4-1 di set pertama. Setelah jeda, Ruud langsung mendominasi dan hanya kehilangan satu game tersisa. "Saya sedikit kasihan pada Luciano karena bermain di kandang dan mungkin kehabisan energi, tapi itu wajar. Turnamennya luar biasa, dan beruntung saya menyelesaikan pertandingan lebih awal sehingga punya waktu pemulihan lebih," ujar Ruud.
Final Italian Open akan menjadi ujian besar bagi Sinner. Selain berpeluang mencatatkan sejarah sebagai juara tuan rumah pertama dalam hampir 50 tahun, ia juga bisa menyamai rekor Novak Djokovic sebagai satu-satunya pemain yang memenangi seluruh turnamen Masters 1000. Sementara itu, Ruud yang sudah dua kali menjadi runner-up Prancis Terbuka (kalah dari Nadal dan Djokovic) akan mencoba peruntungannya di Roma sebelum Grand Slam tanah liat dimulai pada 24 Mei mendatang.
"Ini tantangan yang sangat berbeda dan sulit. Biasanya saya tidak kesulitan tidur di malam hari, tapi kali ini tidak mudah. Anda sudah hampir selesai di set ketiga, tapi harus tampil lagi dan tidak tahu apa yang akan terjadi. Rasanya seperti memulai pertandingan baru dengan rasa gugup lagi. Saya sangat senang dengan cara saya menghadapi situasi ini dan bisa kembali ke final," kata Sinner seusai pertandingan.
Dengan performa yang konsisten sepanjang musim, Sinner layak diunggulkan. Namun, Ruud bukan lawan yang bisa diremehkan, terutama dengan pengalamannya di lapangan tanah liat. Pertandingan final dijadwalkan berlangsung Minggu (19/5) dan akan disiarkan langsung oleh Sky Sports Tennis.



