Persija Jakarta Tutup Musim dengan Target Tiga Poin Penuh Kontra Semen Padang
Baca dalam 60 detik
- Persija Jakarta mengincar kemenangan atas Semen Padang pada laga pamungkas Liga 1 2025/2026 untuk mengamankan posisi tiga besar.
- Macan Kemayoran telah mencatatkan rekor poin tertinggi sepanjang sejarah mereka di Liga 1 dengan raihan 68 poin.
- Semen Padang yang sudah dipastikan degradasi tetap berpotensi menjadi batu sandungan bagi tuan rumah.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6615506/original/077185900_1779447932-ATK_BOLANET_BRI_SUPER_LEAGUE_MATCH__4_.jpg)
Persija Jakarta akan menjamu Semen Padang dalam laga penutup musim BRI Liga 1 2025/2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada 23 Mei 2026. Pertandingan ini menjadi ajang pembuktian bagi Macan Kemayoran yang ingin menutup musim dengan torehan positif, sementara tim tamu hanya bisa bermain lepas tanpa beban setelah dipastikan terdegradasi.
Secara statistik, Persija datang dengan modal impresif. Mereka baru saja memecahkan rekor poin terbaik klub di era Liga 1 dengan mengoleksi 68 angka, setelah mengalahkan Persik Kediri di laga sebelumnya. Meski peluang juara sudah sirna, pencapaian ini menunjukkan konsistensi tinggi yang dibangun pelatih Mauricio Souza sepanjang musim. Souza optimistis lini depannya yang tajam mampu membongkar pertahanan Semen Padang.
Di kubu lawan, Semen Padang sebenarnya menunjukkan semangat juang yang patut diacungi jempol. Sebagai tim promosi, mereka berhasil bertahan di kompetisi tertinggi hingga akhir musim, meski akhirnya harus rela turun kasta. Pelatih Semen Padang diperkirakan akan tetap menurunkan skuad terbaiknya untuk mengakhiri musim dengan kepala tegak.
Dari sisi taktik, Persija diperkirakan akan tampil dengan formasi 4-2-3-1 andalan mereka. Andritany Ardhiyasa tetap menjadi pilihan utama di bawah mistar, dengan lini belakang yang dikomandoi Rizky Ridho dan Paulo Ricardo. Di lini tengah, Jordi Amat dan Fabio akan menjadi motor serangan, sementara Mauro Zijlstra diharapkan menjadi ujung tombak yang mematikan. Semen Padang kemungkinan besar akan menerapkan formasi 5-3-2 yang lebih defensif, dengan mengandalkan serangan balik cepat melalui Irsyad Maulana dan Guillermo Fernandez.
Pertandingan ini diprediksi akan berjalan sengit meskipun status kedua tim sudah jelas. Persija ingin menutup musim dengan kemenangan di hadapan pendukungnya sendiri, sementara Semen Padang ingin memberikan perlawanan terakhir sebagai tim Liga 1 sebelum turun kasta. Bagi Persija, tiga poin bukan sekadar angka, melainkan simbol kebangkitan dan fondasi untuk musim depan.



