Geger 'Zombie Vape' di Malaysia: Polisi Tangkap Tersangka, Ribuan Liter Cairan Berbahaya Disita
Baca dalam 60 detik
- Viralnya video pemuda Malaysia yang tampak linglung usai vaping memicu kekhawatiran meluasnya penyalahgunaan cairan vape berisi narkotika.
- Polisi Malaysia menangkap tiga orang dan menyita cairan vape mengandung ketamin, serta meningkatkan patroli untuk membendung peredaran zat adiktif ilegal.
- Fenomena ini dinilai mengancam generasi muda dan berpotensi menormalisasi budaya penyalahgunaan narkoba jika tidak segera ditangani secara komprehensif.

Malaysia digegerkan oleh fenomena 'zombie vape' setelah sejumlah video viral memperlihatkan pemuda-pemuda dalam kondisi linglung dan tidak sadarkan diri usai menggunakan rokok elektrik. Polisi setempat langsung bergerak cepat dengan melakukan penangkapan dan penyitaan cairan vape yang diduga telah dicampur dengan zat narkotika, termasuk ketamin.
Direktur Departemen Investigasi Kejahatan Narkotika Federal, Hussein Omar Khan, menyatakan bahwa tren ini tidak hanya mencoreng citra generasi muda, tetapi juga dikhawatirkan menjadi medium untuk menormalisasi penyalahgunaan narkoba dan gaya hidup tidak sehat. Ia menambahkan bahwa beberapa produk vape yang beredar di pasaran diduga mengandung zat berbahaya atau narkotika sintetis yang dapat mengancam keselamatan penggunanya.
Fenomena ini menyoroti celah regulasi dalam pengawasan produk vape di Malaysia. Meskipun penjualan rokok elektrik legal, pengawasan terhadap kandungan cairan vape masih lemah. Peredaran cairan dengan nama slang 'piu-piu' atau 'piao-piao' menunjukkan adanya pasar gelap yang memanfaatkan popularitas vape di kalangan anak muda. Para ahli memperingatkan bahwa tanpa pengawasan ketat, Malaysia berpotensi menghadapi krisis kesehatan masyarakat serupa dengan epidemi opioid di Amerika Serikat yang dijuluki 'zombie epidemic'.
Langkah kepolisian Malaysia patut diapresiasi, namun penanganan jangka panjang membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Edukasi publik tentang bahaya narkoba, penguatan regulasi impor dan distribusi cairan vape, serta penegakan hukum yang konsisten menjadi kunci untuk mencegah meluasnya penyalahgunaan zat adiktif di kalangan remaja. Ke depan, pemerintah diharapkan dapat merumuskan kebijakan yang lebih ketat untuk melindungi generasi muda dari jeratan narkoba yang mengintai di balik tren vaping.



