Di Tengah Hiruk Pikuk Venesia, Seniman Singapura Ajak Pengunjung Berhenti dan Beristirahat
Baca dalam 60 detik
- Amanda Heng, seniman performans berusia 74 tahun, menghadirkan instalasi 'A Pause' di Paviliun Singapura pada Venice Biennale 2026, mengajak pengunjung merenung dan beristirahat di tengah keramaian.
- Karya ini terinspirasi dari pengalamannya merawat ibunda yang meninggal pada 2023 serta kesadarannya akan proses penuaan, menjadikan istirahat sebagai kebutuhan mendesak.
- Instalasi menggunakan tangga kayu landai dan video real-time warga Venesia untuk mengeksplorasi makna istirahat yang tidak selalu berarti diam, melainkan juga aktivitas yang menenangkan pikiran.

Venesia, Italia — Di tengah hiruk pikuk Venice Biennale 2026 yang dijuluki 'Olimpiade Seni Dunia', seorang seniman asal Singapura justru menawarkan ruang hening. Amanda Heng, peraih Cultural Medallion, menghadirkan instalasi spesifik-lokasi bertajuk 'A Pause' di Paviliun Singapura yang terletak di kompleks Arsenale. Karya ini mengundang pengunjung untuk melambat, merenung, dan sekadar beristirahat.
Heng, yang telah berkarya selama hampir empat dekade, menggunakan tangga kayu lebar dengan anak tangga setinggi 10 cm dan lebar bervariasi antara 50 cm hingga 4 meter. Desain yang tidak biasa ini secara alami memperlambat langkah pengunjung saat mereka bergerak menuju jendela besar yang membanjiri ruangan dengan cahaya alami. "Menarik bagaimana desain mengarahkan gerak-gerik kita. Ini persis apa yang ingin saya sampaikan — bagaimana cara melambat," ujar Heng.
Di dalam 'A Pause', terdapat struktur kayu melengkung yang menampilkan video dua saluran. Rekaman real-time tersebut memperlihatkan Heng bersama beberapa warga Venesia melakukan berbagai aktivitas istirahat — ada yang duduk santai di kursi, berjalan-jalan, atau sekadar menatap burung terbang. "Ide tentang istirahat tidak berarti Anda harus melakukan hal tertentu. Beberapa orang bergerak, tetapi pikiran justru rileks dan tenang," jelas Heng.
Karya ini juga menghadirkan kembali foto hitam-putih 'Parts Of My Body' yang pertama kali dibuat pada 1990. Close-up bagian tubuh Heng — dari mata hingga payudara — mengajak penonton merenungkan bagaimana waktu dan memori tersimpan dalam raga. "Saya mungkin bergerak dari studi fisik tubuh di awal. Sekarang, melihat ke dalam untuk menemukan kekuatan batin dari keheningan demi pembaruan diri," tuturnya.
Bagi Heng, istirahat bukanlah konsep asing. Pengalamannya sebagai pengasuh ibunda yang meninggal pada 2023, ditambah kesadarannya akan proses penuaan, mendorong urgensi baru dalam karyanya. "Istirahat menjadi semakin penting. Tubuh lebih sadar karena Anda merasa perlu lebih banyak beristirahat. Ini proses alami yang jarang kita perhatikan," katanya.
Pada usia 74 tahun, Heng menjadi seniman tertua yang menggelar presentasi tunggal di Paviliun Singapura. Ia mengakui bahwa usianya memunculkan pertanyaan tentang keberlanjutan karier performansnya. "Urgensi muncul dari pertanyaan, 'Apakah saya bisa melanjutkan performans? Bagaimana caranya?' Dan hal mendesak lainnya adalah usia saya sendiri, bagaimana menghadapi hidup dan segala realitasnya," ungkapnya.
Karya Heng selalu memadukan seni dan pengalaman hidup. "Seni dan hidup saya menyatu. Saya tidak memisahkannya. Keduanya satu," tegasnya. Melalui 'A Pause', ia tidak hanya menawarkan ruang fisik untuk beristirahat, tetapi juga mengajak pengunjung merenungkan kembali hubungan mereka dengan waktu, tubuh, dan keheningan di tengah dunia yang serba cepat.


