Jannik Sinner Dinilai Tak Terbendung di Prancis Terbuka, Laura Robson: Kemenangan Terasa Tak Terhindarkan
Baca dalam 60 detik
- Petenis nomor satu dunia Jannik Sinner sukses menyabet gelar Italian Open 2025, memperpanjang rekor kemenangan beruntun menjadi 29 pertandingan.
- Mantan petenis Inggris Laura Robson menilai dominasi Sinner saat ini membuat lawan-lawannya kesulitan memberikan perlawanan berarti di Roland-Garros.
- Dengan rekor sempurna 17-0 di atas tanah liat musim ini, Sinner diunggulkan menjadi juara Prancis Terbuka untuk pertama kalinya.

Jannik Sinner memasuki gelaran Prancis Terbuka 2025 dengan status unggulan teratas setelah menaklukkan Casper Ruud di final Italian Open, Minggu (18/5). Kemenangan straight set itu sekaligus mengukuhkan Sinner sebagai pemain kedua dalam sejarah yang berhasil memenangkan seluruh sembilan turnamen ATP Masters 1000. Prestasi tersebut sebelumnya hanya diraih Novak Djokovic saat mengalahkan Roger Federer di final Cincinnati Open 2018.
Keberhasilan Sinner di Roma memperpanjang rentetan kemenangannya menjadi 29 laga beruntun. Terakhir kali ia menelan kekalahan adalah saat berhadapan dengan Jakub Mensik di perempat final Qatar Open pada Februari lalu. Kini, petenis berusia 24 tahun itu mencatatkan rekor sempurna 17-0 di atas permukaan tanah liat sepanjang musim ini, menjadikannya kandidat kuat untuk merebut gelar Grand Slam pertamanya di Roland-Garros.
Mantan petenis nomor satu Inggris, Laura Robson, menilai bahwa Sinner saat ini berada di level yang sulit dikejar lawan-lawannya. “Kenyataannya, ketika kita melihat daftar peserta, tidak ada yang mendekati levelnya saat ini. Dua pekan ke depan akan menjadi tekanan besar baginya, tapi ia tampak tidak terganggu,” ujar Robson kepada Sky Sports Tennis. Ia menambahkan bahwa Sinner sudah terbiasa bermain di depan publik sendiri sejak ATP Finals di Turin, sehingga mampu mengelola ekspektasi dengan baik.
Robson juga menyoroti konsistensi luar biasa Sinner yang jarang mengalami penurunan performa. “Ia mungkin frustrasi selama satu atau dua game, tapi saya bisa menghitung dengan jari berapa banyak poin yang ia buang tahun ini. Hampir tidak ada kesalahan sendiri,” katanya. Menurut Robson, ketika Sinner atau Carlos Alcaraz tidak dalam kondisi prima, efeknya langsung terasa di seluruh undian karena lawan-lawan lain kehilangan kepercayaan diri untuk menantang mereka.
“Dia tidak pernah puas. Saya yakin masih ada beberapa hal yang ingin ia perbaiki menjelang Roland-Garros. Tapi secara umum, ia akan terus menjadi lebih baik, dan terserah pada yang lain untuk mengejar karena ia sudah terlalu jauh di depan.” — Laura Robson
Sinner sendiri telah mengoleksi dua gelar Australia Terbuka, Wimbledon, dan AS Terbuka. Satu-satunya mahkota Grand Slam yang belum ia raih adalah Prancis Terbuka. Legenda tenis Inggris, Tim Henman, memuji pencapaian Sinner yang dinilainya sangat istimewa. “Djokovic berhasil melakukannya, itu prestasi luar biasa. Federer dan Nadal, sehebat apa pun mereka, tidak mampu mencapai itu. Ini menunjukkan betapa lengkap dan hebatnya Sinner. Di usia 24 tahun, ia pasti akan memenangkan lebih banyak lagi,” ujar Henman.
Dengan performa yang nyaris sempurna di atas tanah liat, Sinner menjadi sorotan utama menjelang turnamen yang akan dimulai pada 25 Mei mendatang. Pertanyaan besarnya bukan lagi apakah ia bisa menang, melainkan siapa yang mampu menghentikan lajunya.



