Sony Gelar State of Play Spesial Juni 2026: Tayang di Bioskop, Undang Influencer
Baca dalam 60 detik
- Acara State of Play edisi Juni 2026 akan berlangsung lebih dari 60 menit dan menampilkan sejumlah game besar, termasuk Marvel's Wolverine.
- Sony mengundang pers dan kreator konten untuk menonton langsung di bioskop-bioskop AS, menandai pendekatan promosi yang lebih eksklusif.
- Langkah ini dinilai sebagai sinyal bahwa Sony menyiapkan pengumuman signifikan yang dapat mengubah peta persaingan industri konsol.

Sony dikabarkan akan menggelar acara State of Play pada 2 Juni 2026 dengan durasi lebih dari satu jam. Ajang ini disebut-sebut menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah PlayStation, dengan sorotan utama pada sejumlah judul unggulan seperti Marvel's Wolverine.
Menurut informasi yang dibagikan oleh Parris Lilly dari Gamertag Radio dan Kinda Funny, Sony tidak hanya menyiarkan acara secara digital, tetapi juga mengundang langsung perwakilan media dan kreator konten untuk menonton di sejumlah bioskop di Amerika Serikat. Langkah ini merupakan pertama kalinya Sony menggelar sesi pemutaran khusus secara fisik untuk State of Play, menandai perubahan strategi dalam membangun antisipasi publik.
Dalam unggahan di media sosial, Lilly menyatakan ekspektasinya bahwa acara ini akan menjadi "yang besar" mengingat besarnya investasi promosi yang dilakukan Sony. Ia menulis, "PlayStation mengundang saya untuk menghadiri pemutaran langsung State of Play. Saya akan berasumsi ini akan menjadi yang besar."
Keputusan Sony untuk mengundang influencer dan pers secara langsung juga mencerminkan tren industri yang semakin mengandalkan gamer dan kreator konten sebagai corong pemasaran. Dengan memberikan akses eksklusif, Sony berharap dapat menciptakan gelombang diskusi organik yang lebih luas sebelum dan sesudah acara.
Marvel's Wolverine, yang telah diumumkan sejak 2021, diperkirakan akan menjadi salah satu bintang utama acara ini. Namun, spekulasi juga beredar mengenai kemungkinan kehadiran sekuel God of War, remaster game klasik, atau bahkan pengumuman hardware baru seperti PlayStation 5 Pro.
Dengan pendekatan yang lebih personal dan eksklusif ini, Sony tampaknya ingin mengembalikan elemen kejutan dan kemeriahan yang sempat hilang di era digital murni. Jika sukses, model ini bisa menjadi cetak biru untuk acara-acara PlayStation di masa depan.


