Google Rilis Fitur Sumber Pilihan, Pengguna Bisa Atur Media Favorit Muncul di Atas Hasil Pencarian
Baca dalam 60 detik
- Google meluncurkan fitur Preferred Sources yang memungkinkan pengguna memilih situs berita favorit untuk ditampilkan lebih menonjol di hasil pencarian.
- Fitur ini hadir di tengah kekhawatiran bahwa rangkuman AI membuat sumber tepercaya semakin sulit ditemukan, memberikan kendali lebih kepada pengguna.
- Pengguna dapat mengatur preferensi melalui tautan langsung atau ikon bintang di hasil pencarian, dan pengaturan berlaku untuk semua pencarian mendatang.

Google baru saja memperkenalkan fitur bernama Preferred Sources yang memungkinkan pengguna memilih penerbit atau sumber berita tertentu—termasuk BBC—untuk tampil lebih menonjol di halaman hasil pencarian. Langkah ini dinilai sebagai respons atas keluhan bahwa fitur AI Summary seringkali mengubur sumber-sumber tepercaya di posisi bawah.
Fitur ini bekerja dengan cara memberikan prioritas lebih tinggi pada konten dari situs yang telah dipilih pengguna. Ketika seseorang menambahkan sebuah situs sebagai Preferred Source, Google akan lebih sering menampilkan artikel, video, atau pembaruan dari situs tersebut di bagian Top Stories, khususnya pada segmen "from your sources" yang tersedia di versi desktop maupun seluler.
Bagi pengguna yang belum memiliki akun Google, tautan akan meminta login atau pembuatan akun terlebih dahulu. Setelah pengaturan disimpan, preferensi akan diterapkan secara otomatis pada semua pencarian mendatang, sehingga pengalaman berselancar menjadi lebih personal dan efisien.
Langkah Google ini menyoroti tren industri di mana mesin pencari mulai memberikan lebih banyak kendali kepada pengguna atas algoritma yang selama ini berjalan otomatis. Di tengah maraknya konten buatan AI, fitur seperti Preferred Sources menjadi penting untuk memastikan informasi dari sumber terpercaya tetap mudah diakses.
Ke depan, fitur ini berpotensi mengubah cara pengguna berinteraksi dengan hasil pencarian, terutama bagi mereka yang menginginkan berita dari media tertentu tanpa harus menyaring sendiri dari lautan informasi. Meski demikian, efektivitasnya masih bergantung pada seberapa konsisten Google menerapkan prioritas tersebut di berbagai jenis konten.



