Russell Rebut Sprint Pole di Kanada, Tandai Kebangkitan Mercedes
Baca dalam 60 detik
- George Russell mengamankan posisi terdepan sprint GP Kanada setelah mengalahkan rekan setimnya Kimi Antonelli dengan selisih 0,068 detik.
- Pembaruan besar pada mobil Mercedes menjadi faktor kunci performa Russell, sementara Antonelli mengaku sesinya berantakan akibat masalah suhu ban.
- Lewis Hamilton dan Max Verstappen masing-masing finis di posisi kelima dan ketujuh, dengan Verstappen mengeluhkan masalah kestabilan mobil.

George Russell sukses merebut pole position untuk sprint Grand Prix Kanada setelah mengalahkan rekan setimnya di Mercedes, Kimi Antonelli, dalam sesi kualifikasi yang berlangsung di Sirkuit Gilles Villeneuve, Montreal, Jumat (13/6/2025). Pebalap asal Inggris itu mencatat waktu tercepat di kedua sesi final dan unggul 0,068 detik atas Antonelli.
Kemenangan ini menjadi angin segar bagi Russell yang sebelumnya mengakui awal musimnya berjalan "turbulen". Saat ini ia tertinggal 20 poin dari Antonelli di klasemen pebalap setelah empat seri. Namun, dengan hadirnya paket upgrade besar pada mobil Mercedes untuk seri ini, Russell optimistis bisa kembali bersaing di papan atas.
"Rasanya luar biasa setelah Miami yang berat, tapi saya tidak pernah meragukan diri sendiri. Sirkuit ini luar biasa, grip-nya tinggi, dan terasa seperti mengendarai mobil grand prix sesungguhnya," ujar Russell usai sesi. Ia juga memuji kerja tim yang berhasil menghadirkan upgrade lebih awal.
Sementara itu, Antonelli mengakui sesinya kurang ideal. "Saya memulai lap dengan suhu ban yang kurang, sesi ini berantakan," ungkap pebalap Italia tersebut. Meski demikian, ia tetap menjadi ancaman serius di sprint dan balapan utama.
McLaren juga membawa upgrade ke Montreal, namun belum cukup untuk mengejar ketertinggalan dari Mercedes. Lando Norris, yang start dari posisi ketiga, mengaku sempat khawatir dengan performa mobil setelah sesi latihan pagi. "Kami mengubah beberapa hal pada mobil dan berhasil membuat perbaikan yang signifikan," kata Norris.
Lewis Hamilton mencatatkan performa terbaiknya musim ini bersama Ferrari. Pebalap tujuh kali juara dunia itu memutuskan tidak menggunakan simulator Ferrari sebelum balapan karena merasa pengaturan yang dihasilkan tidak tepat. Keputusan itu terbukti berhasil. "Saya memilih set-up yang belum pernah kami gunakan sebelumnya, dan itu mengubah karakter mobil," jelas Hamilton.
Max Verstappen justru mengalami kesulitan dengan mobil Red Bull-nya. Ia menggambarkan bagian belakang mobil "meloncat-loncat" dan bahkan kakinya sempat terlepas dari pedal saat melewati gundukan. "Perasaan saya di dalam mobil tidak bagus, sangat sulit untuk konsisten," keluh pebalap Belanda tersebut.
Di luar posisi 10 besar, Fernando Alonso mencuri perhatian. Pebalap Aston Martin itu berhasil lolos ke segmen kedua kualifikasi untuk pertama kalinya musim ini, meski akhirnya crash di Tikungan 3. Ia akan start dari posisi ke-16. Rekan setimnya, Lance Stroll, hanya mampu menempati posisi ke-18.
Sesi kualifikasi juga diwarnai insiden yang menghalangi Liam Lawson (Racing Bulls) dan Alex Albon (Williams) untuk turun. Lawson mengalami kegagalan hidrolik, sementara Albon menabrak groundhog. Keduanya absen di sesi kualifikasi karena mobil tidak bisa diperbaiki tepat waktu.
Sprint GP Kanada akan digelar pada Sabtu (14/6/2025) dan menjadi indikator awal persaingan di sirkuit yang terkenal dengan tikungan cepat dan lintasan sempit ini. Dengan dominasi Mercedes yang kembali terlihat, persaingan menuju balapan utama diprediksi akan semakin ketat.



