BI dan OJK Bina 3.000 Talenta Muda Lewat Pusat Inovasi Digital Indonesia
Baca dalam 60 detik
- Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) yang digagas BI dan OJK telah melatih sekitar 3.000 peserta dari 800 proposal yang lolos kurasi.
- Program ini tidak hanya mengasah keterampilan digital, tetapi juga menjembatani peserta ke sandbox regulasi dan investor potensial.
- PIDI menjadi bagian dari strategi regulator untuk memastikan inovasi keuangan digital tetap terkelola dengan tata kelola dan perlindungan konsumen.

Bank Indonesia (BI) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan perkembangan signifikan dari Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) yang telah berjalan sejak awal tahun ini. Hingga kini, tercatat 2.300 proposal telah masuk, dan 800 di antaranya telah memasuki tahap pelatihan intensif. Deputi Gubernur BI Aida S Budiman mengungkapkan, total peserta yang telah mengikuti program mencapai sekitar 3.000 orang, dengan durasi pelatihan mencapai 187 jam selama 22 hari.
Program PIDI dirancang dalam beberapa tahap. Batch pertama berfokus pada peningkatan visibilitas calon pengusaha digital, sementara batch kedua mendalami pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dan kematangan digital. Pada batch terakhir, sebanyak 80 tim finalis berhasil masuk ke dalam sandbox regulasi dan diperkenalkan langsung kepada investor. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat komersialisasi inovasi digital di sektor jasa keuangan.
Menurut Aida, PIDI merupakan respons regulator untuk memastikan setiap inovasi di sektor jasa keuangan tidak hanya kreatif, tetapi juga menerapkan tata kelola yang baik, manajemen risiko yang kuat, serta perlindungan konsumen yang optimal. Dengan demikian, inovasi yang lahir diharapkan relevan dan bertanggung jawab terhadap ekosistem keuangan digital nasional.
Ke depan, PIDI ditargetkan menjadi ruang tumbuh bagi talenta digital Indonesia, tidak hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sebagai media pembelajaran, pembangunan jejaring, dan pengujian ide secara nyata. Regulator berharap seluruh inovasi yang dihasilkan mampu berkontribusi langsung ke industri, diuji oleh pasar, dan memberikan dampak positif bagi sistem keuangan digital Indonesia secara keseluruhan.



