Proyek Megapulau USD9 Miliar India: Ancaman Baru bagi Dominasi China di Selat Malaka
Baca dalam 60 detik
- India membangun pusat transportasi senilai USD9 miliar di Kepulauan Andaman dan Nikobar yang mencakup pelabuhan transhipment, bandara, dan fasilitas logistik.
- Proyek ini diproyeksikan memperkuat pengawasan India atas Selat Malaka, sekaligus mengurangi ketergantungan pada hub transhipment lain dan menantang kepentingan China.
- Meskipun memberikan keuntungan strategis, pembangunan ini menuai kritik karena potensi dampak ekologis yang serius di kawasan yang sensitif secara lingkungan.

India memulai proyek ambisius senilai USD9 miliar di ujung selatan negaranya, tepatnya di Kepulauan Andaman dan Nikobar. Proyek ini dirancang untuk mengubah kawasan tersebut menjadi pusat transportasi utama yang meliputi pelabuhan transhipment, bandara internasional, dan berbagai fasilitas logistik pendukung. Dengan luas mencapai 166 kilometer persegi, pembangunan ini direncanakan berlangsung selama tiga dekade, dengan tahap pertama ditargetkan rampung pada 2028.
Langkah ini dinilai sebagai upaya India untuk memperkuat posisinya di Samudra Hindia, khususnya di dekat Selat Malaka—salah satu jalur perdagangan tersibuk di dunia. Menurut para analis, setelah selesai, pusat transportasi ini akan meningkatkan kemampuan India dalam memonitor aktivitas maritim di koridor kritis tersebut. Selain itu, India juga berharap dapat mengurangi ketergantungannya pada hub transhipment lain, sehingga memberikan New Delhi pijakan strategis yang lebih kokoh di kawasan.
Proyek ini juga menyoroti apa yang disebut sebagai 'dilema Malaka' China, yaitu ketergantungan Beijing pada Selat Malaka untuk sebagian besar impor energinya. Dengan kehadiran India yang semakin kuat di dekat selat tersebut, keseimbangan kekuatan regional bisa berubah. Namun, di balik ambisi strategis ini, terdapat kekhawatiran serius dari para kritikus yang menilai bahwa pembangunan masif ini akan menimbulkan dampak ekologis yang parah. Kepulauan Andaman dan Nikobar dikenal memiliki keanekaragaman hayati yang kaya, dan proyek sebesar ini berpotensi merusak ekosistem laut dan darat yang rapuh.
Ke depannya, keberhasilan proyek ini tidak hanya akan diukur dari segi infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan India untuk menyeimbangkan kepentingan strategis dengan kelestarian lingkungan. Jika berhasil, India tidak hanya akan memperkuat posisinya sebagai kekuatan maritim, tetapi juga memberikan model pembangunan yang berkelanjutan di kawasan yang sensitif secara ekologis.



