OJK Peringatkan Anak Muda: Kelola Keuangan Bijak atau Hidup Berantakan
Baca dalam 60 detik
- Ketua OJK Friderica Widyasari Dewi menekankan bahwa pengelolaan keuangan yang buruk dapat menyebabkan kekacauan finansial di masa dewasa.
- Literasi dan ketahanan finansial sejak dini menjadi kunci, terutama bagi Generasi Z yang tumbuh di era digital dan banjir informasi.
- OJK terus mendorong edukasi keuangan agar anak muda tidak hanya melek inklusi, tetapi juga mampu memilah informasi investasi yang benar.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi, memberikan peringatan keras kepada generasi muda Indonesia: tanpa pengelolaan keuangan yang disiplin, kehidupan dewasa bisa berantakan. Pernyataan tersebut disampaikan dalam Jogja Financial Festival (Finfest) 2026 di Yogyakarta, Jumat (22/5/2026), menyoroti urgensi literasi finansial di tengah derasnya arus digitalisasi.
Friderica menekankan bahwa anak muda yang baru memulai karier harus bijak dalam menggunakan teknologi. "Sekarang kalian dibombardir dengan teknologi, berbahaya sekali jika kalian tidak tahu apa yang digunakan. Akhirnya kalian pencet-pencet, hilang, itu bahaya sekali," ujarnya. Pernyataan ini menggarisbawahi risiko finansial yang mengintai generasi yang tumbuh di era digital, di mana akses ke produk keuangan begitu mudah namun pemahaman seringkali tertinggal.
Menurut Friderica, tantangan terbesar saat ini bukanlah akses terhadap informasi, melainkan kemampuan menyaring informasi yang valid. "Ekonomi digital terus didorong, tetapi harus hati-hati. Harus belajar investasi," tegasnya. Ia mengingatkan bahwa investasi tanpa pemahaman yang cukup bisa berujung pada kerugian besar, terutama bagi anak muda yang baru terjun ke dunia keuangan.
OJK selama ini aktif melakukan edukasi keuangan kepada masyarakat, tidak hanya fokus pada inklusi tetapi juga literasi. "Anak muda yang belajar mengelola uang hari ini sedang menyiapkan kebebasan hidupnya di masa yang akan datang," lanjut Friderica. Pernyataan ini menegaskan bahwa pengelolaan keuangan yang baik adalah fondasi untuk mencapai kemandirian finansial di masa depan.
"Gen Z ini menarik sekali. Mereka mewarnai sektor keuangan kita. Generasi pertama yang tumbuh di era digitalisasi." β Friderica Widyasari Dewi, Ketua Dewan Komisioner OJK
Ke depan, OJK berkomitmen untuk terus memperkuat program literasi keuangan, khususnya yang menyasar kelompok muda. Dengan pemahaman yang baik, diharapkan anak muda dapat memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kesejahteraan, bukan justru terjerumus dalam jeratan finansial. Langkah ini sejalan dengan visi OJK untuk menciptakan ekosistem keuangan yang inklusif dan berdaya tahan.



