Bank Mandiri Bawa Pendekatan Gamifikasi di Jogja Financial Festival 2026 untuk Tarik Minat Pelajar
Baca dalam 60 detik
- Bank Mandiri menggunakan permainan 'catch the stick' dan dart sebagai alat promosi untuk menarik pengunjung muda di Jogja Financial Festival 2026.
- Peserta yang unggul dalam permainan berkesempatan mendapatkan tiket IBL Playoffs, sementara pembukaan rekening baru memberi akses Lucky Spin dengan hadiah langsung.
- Strategi ini mencerminkan upaya perbankan memperluas basis nasabah milenial melalui pendekatan interaktif dan hiburan.

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) memanfaatkan gelaran Jogja Financial Festival 2026 untuk mendekatkan diri dengan generasi muda melalui pendekatan yang tidak biasa. Alih-alih sekadar mempromosikan produk keuangan, bank berlogo pita kuning ini menghadirkan wahana permainan interaktif di booth pameran mereka, yang langsung menjadi pusat perhatian pengunjung, khususnya pelajar SMA.
Permainan unggulan yang ditawarkan adalah "catch the stick", sebuah tantangan ketangkasan yang menguji kecepatan refleks mata dan tangan. Peserta harus menangkap tongkat yang jatuh secara acak dari mesin otomatis. Dua puluh peserta dengan skor tertinggi berhak mendapatkan tiket nonton Indonesian Basketball League (IBL) Playoffs. Selain itu, tersedia juga permainan dart yang menambah daya tarik booth tersebut.
Langkah ini menjadi strategi yang relevan di tengah persaingan perbankan digital yang semakin ketat. Dengan menyasar segmen pelajar dan anak muda, Bank Mandiri berupaya memperkuat basis nasabah milenial yang cenderung responsif terhadap pendekatan interaktif dan berbasis hiburan. Kegiatan seperti ini juga memperlihatkan pergeseran pola pemasaran perbankan dari konvensional menjadi lebih experiential.
Ke depan, inisiatif serupa diprediksi akan semakin marak di industri perbankan, seiring dengan kebutuhan untuk menjangkau generasi Z yang menginginkan kemudahan dan pengalaman yang menyenangkan dalam setiap interaksi. Bank Mandiri, dengan inovasi di Jogja Financial Festival 2026, menunjukkan bahwa institusi keuangan dapat menjadi lebih dekat dengan masyarakat melalui kreativitas dan sentuhan teknologi.



