Pameran Bom Atom Hiroshima-Nagasaki Resmi Dibuka di Markas PBB Saat Konferensi Pelucutan Senjata Berlangsung
Baca dalam 60 detik
- Pameran foto dan artefak bom atom yang digelar Nihon Hidankyo di lobi PBB bertujuan mengingatkan dunia akan dampak kemanusiaan dari senjata nuklir.
- Acara ini bertepatan dengan konferensi NPT selama sebulan, menyoroti urgensi perlucutan senjata nuklir di tengah ketegangan global.
- Penghargaan Nobel Perdamaian 2024 yang diraih kelompok penyintas bom atom turut menjadi sorotan dalam pameran tersebut.

Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York resmi membuka pameran bertajuk "Hibakusha: Warisan Bom Atom" pada Senin (28/4/2025), bertepatan dengan digelarnya Konferensi Tinjauan Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT) yang berlangsung selama satu bulan. Pameran ini menampilkan foto-foto dan benda-benda bersejarah yang merekam kehancuran akibat bom atom yang dijatuhkan Amerika Serikat di Hiroshima dan Nagasaki pada Agustus 1945.
Diselenggarakan oleh Nihon Hidankyo, organisasi utama penyintas bom atom Jepang, pameran ini akan berlangsung hingga 1 Juni 2025. Sebanyak 50 panel informasi berbahasa Inggris dipajang di lobi PBB, menampilkan foto-foto kerusakan kota, anak-anak yang terluka, serta efek radiasi yang masih dirasakan hingga puluhan tahun kemudian. Salah satu benda paling ikonik adalah jam yang berhenti tepat pada saat bom atom meledak di Hiroshima.
Sekretaris Jenderal Nihon Hidankyo, Jiro Hamasumi (80), menyatakan harapannya agar pameran ini dapat menyebarkan pesan bahwa tidak ada seorang pun yang boleh mengalami penderitaan serupa. "Saya ingin berbagi harapan bahwa tidak akan ada lagi yang harus merasakan penderitaan yang kami alami," ujarnya. Pameran ini juga menampilkan panel khusus tentang pidato Tanaka di upacara Nobel yang menekankan pentingnya penghapusan senjata nuklir.
Seorang pengunjung asal San Francisco, Steve Chapman (65), yang kebetulan mengikuti tur PBB, mengaku tersentuh melihat foto anak-anak korban bom. Menurutnya, pameran ini mengingatkan betapa pentingnya menyadari dan mengingat kerusakan yang disebabkan oleh bom atom. "Ini menunjukkan betapa pentingnya untuk sadar dan mengingat kerusakan yang disebabkan oleh bom atom," katanya.
Pameran ini menjadi pengingat nyata di tengah perdebatan sengit dalam konferensi NPT mengenai perlucutan senjata nuklir global. Dengan semakin meningkatnya ketegangan geopolitik, pesan dari para hibakusha — penyintas bom atom — menjadi semakin relevan. Mereka berharap generasi mendatang tidak perlu mengalami kengerian serupa, dan bahwa dunia dapat bergerak menuju penghapusan total senjata nuklir.


