Jogja Financial Festival 2026: Regulasi Kripto dan Transformasi Digital Jadi Sorotan Utama
Baca dalam 60 detik
- OJK mengupas regulasi aset kripto sebagai instrumen investasi berisiko tinggi namun berpotensi imbal hasil besar di Jogja Financial Festival.
- Wamenkomdigi Nezar Patria membahas transformasi digital dan ancaman kejahatan siber yang mengintai di era teknologi canggih.
- Festival dua hari ini menghadirkan kelas edukasi keuangan dan hiburan untuk meningkatkan literasi masyarakat Yogyakarta.

Jogja Financial Festival resmi dibuka hari ini, Jumat (22/5/2026), di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta. Acara dua hari ini mempertemukan regulator, pelaku industri, akademisi, dan masyarakat untuk mendorong literasi keuangan serta mengeksplorasi potensi investasi terkini, termasuk aset kripto.
Salah satu sesi yang paling dinanti adalah paparan Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto (ADK IAKD) OJK, Adi Budiarso. Ia mengupas regulasi dan prospek investasi kripto di Indonesia. Dengan volatilitas tinggi, kripto menawarkan potensi keuntungan besar namun juga risiko kerugian signifikan. OJK menekankan pentingnya pemahaman fundamental pasar dan strategi manajemen risiko bagi investor.
Selain kripto, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, dijadwalkan hadir pukul 16.15 untuk membahas transformasi digital di Indonesia. Ia akan menguraikan perkembangan teknologi dan tantangan keamanan siber yang kian kompleks. Di era digital, potensi kejahatan seperti penipuan dan peretasan semakin canggih, sehingga kesadaran literasi digital menjadi krusial.
Festival ini juga menyediakan kelas edukasi keuangan pada sore hari. Topik yang dibahas mencakup New Wealth Era: Market, Algorithm, and Money, strategi finansial bagi generasi muda, hingga pengelolaan keuangan di industri kreatif. Peserta dapat belajar langsung dari pakar tentang cara mengelola uang dan berinvestasi dengan bijak.
Menutup hari pertama, pengunjung akan dihibur oleh penampilan musisi Happy Asmara dan Ari Lasso. Kombinasi antara edukasi dan hiburan ini diharapkan mampu menarik minat masyarakat luas untuk lebih peduli terhadap perencanaan keuangan.
Jogja Financial Festival menjadi momentum penting bagi Yogyakarta sebagai pusat literasi keuangan di Indonesia. Dengan menggandeng regulator dan praktisi, acara ini tidak hanya memberikan wawasan investasi tetapi juga membekali masyarakat dengan keterampilan menghadapi era digital yang terus berubah.



