Menkeu Purbaya Yakin Rupiah Kembali ke Rp 15.000 per Dolar AS Berkat Aturan DHE Baru
Baca dalam 60 detik
- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengklaim Indonesia tidak akan mengalami krisis ala 1998 meski rupiah tertekan.
- Kebijakan baru Devisa Hasil Ekspor SDA (DHE SDA) yang mulai berlaku Juni 2026 diproyeksikan mengalirkan pasokan dolar signifikan ke dalam negeri.
- Pemerintah menargetkan rupiah menguat ke level Rp 15.000 per dolar AS, didukung retensi devisa eksportir di perbankan nasional.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan optimisme bahwa perekonomian Indonesia tidak akan terjerumus ke dalam krisis seperti tahun 1998, meskipun nilai tukar rupiah saat ini tengah menghadapi tekanan pelemahan. Dalam acara Jogjakarta Financial Festival di Jogja Expo Centre, Jumat (21/5/2026), ia menegaskan bahwa fundamental ekonomi saat ini jauh lebih kuat dan pemerintah telah menyiapkan instrumen kebijakan untuk menjaga stabilitas.
Purbaya menjelaskan bahwa kekhawatiran publik terhadap pelemahan rupiah tidak perlu berlebihan. Ia menyebutkan bahwa dalam waktu dekat akan terjadi lonjakan pasokan dolar Amerika Serikat ke dalam negeri, yang berasal dari implementasi aturan baru Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA). Kebijakan ini, yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2026, mulai berlaku pada 1 Juni 2026.
"Jadi teman-teman enggak usah takut tuh yang ribut-ribut nilai tukar akan jeblok seperti 1998. Ini akan ada supply dolar yang signifikan ke ekonomi kita. Jadi rupiah akan menguat," ujar Purbaya di hadapan peserta acara. Ia bahkan secara tegas mengimbau para pelaku pasar valas untuk segera melepas kepemilikan dolar mereka. "Saya bilang pemain valas cepat-cepat buang dolarnya. Kita akan dorong rupiah ke Rp 15.000 per dolar AS," tegasnya.
Pernyataan ini mencerminkan keyakinan pemerintah bahwa aturan DHE SDA akan menjadi game-changer dalam mengelola pasokan valuta asing. Dengan mewajibkan eksportir menyimpan devisa hasil ekspor di dalam negeri, pemerintah berharap dapat mengurangi tekanan terhadap rupiah dan memperkuat cadangan devisa. Purbaya menilai langkah ini sudah tepat dan akan membawa dampak positif dalam waktu dekat.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Keuangan juga menyampaikan pesan Presiden yang menganalogikan optimismenya dengan senyuman. "Kalau kata Presiden selama Purbaya senyum ekonomi bagus nih, senyum terus nih!" ujarnya, disambut tepuk tangan hadirin. Meski bernada ringan, pernyataan itu menegaskan bahwa pemerintah melihat prospek ekonomi Indonesia tetap cerah.
Dengan implementasi aturan DHE SDA yang tinggal menghitung hari, pasar akan mencermati efektivitas kebijakan ini dalam menstabilkan rupiah. Jika pasokan dolar benar-benar mengalir deras, target Rp 15.000 per dolar AS bukan sekadar wacana. Namun, keberhasilan jangka panjang tetap bergantung pada daya saing ekspor dan iklim investasi yang kondusif.



