Spacex Ajukan IPO Terbesar dalam Sejarah Wall Street, Elon Musk Berpotensi Jadi Triliuner
Baca dalam 60 detik
- SpaceX mengajukan IPO di bursa AS dengan valuasi $1,25 triliun, berpotensi menjadikan Elon Musk sebagai triliuner pertama di dunia.
- Perusahaan roket dan Starlink ini mencatatkan pendapatan $18,6 miliar pada 2024, namun masih merugi $4,9 miliar karena investasi besar-besaran.
- IPO ini mengungkap berbagai risiko hukum, termasuk tuntutan deepfake dari chatbot Grok, serta persaingan sengit di bidang AI.

SpaceX resmi mengajukan penawaran umum perdana (IPO) di bursa saham Amerika Serikat dengan kode ticker SPCX. IPO ini diperkirakan menjadi yang terbesar dalam sejarah Wall Street dan bisa dimulai bulan depan.
| Indikator | Nilai |
|---|---|
| Valuasi Perusahaan | $1,25 triliun |
| Pendapatan 2024 | $18,6 miliar |
| Rugi Bersih 2024 | $4,9 miliar |
| Total Aset | $102 miliar |
| Total Utang | $60,5 miliar |
SpaceX, perusahaan antariksa milik Elon Musk, secara resmi mengumumkan rencana untuk melantai di bursa saham AS. IPO ini memungkinkan publik untuk membeli saham perusahaan yang selama ini dimiliki secara tertutup. Dengan valuasi mencapai $1,25 triliun, kepemilikan mayoritas Musk di SpaceX diperkirakan bernilai lebih dari $600 miliar, cukup untuk mendorong kekayaan bersihnya melebihi $1 triliun β menjadikannya triliuner pertama di dunia.
Kinerja Keuangan dan Prospek Bisnis
Dokumen IPO mengungkapkan kondisi keuangan SpaceX untuk pertama kalinya. Pada 2024, perusahaan mencatat pendapatan $18,6 miliar namun mengalami kerugian bersih $4,9 miliar. Pada kuartal pertama 2025, pendapatan mencapai $4,7 miliar dengan rugi bersih $4,3 miliar. Meski merugi, SpaceX memiliki aset senilai $102 miliar, termasuk roket dan peralatan canggih, serta utang $60,5 miliar. Ruth Foxe-Blader, mitra pengelola Citrine Venture Partners, menilai kerugian tersebut wajar untuk proyek sebesar SpaceX. "Tidak mengejutkan jika proyek seperti ini masih merugi, bahkan saat IPO," ujarnya kepada BBC.
Bisnis utama SpaceX β roket dan layanan internet satelit Starlink β dianggap sebagai pemimpin industri dengan keunggulan kompetitif yang kuat. Namun, ambisi AI Musk melalui xAI yang baru diakuisisi masih menghadapi berbagai kontroversi.
Risiko Hukum dan Kontroversi
SpaceX mengungkapkan potensi biaya hukum lebih dari setengah miliar dolar dari berbagai tuntutan. Di antaranya adalah gugatan terkait chatbot Grok milik xAI yang dituduh digunakan untuk membuat deepfake seksual tanpa izin. Musk berencana membubarkan xAI dan menggabungkan operasi AI-nya ke dalam SpaceX. Perusahaan juga memiliki X (sebelumnya Twitter) yang dibeli Musk pada 2022.
Tuntutan lain mencakup pelanggaran paten, ketidakpatuhan terhadap moderasi konten Uni Eropa, pelanggaran hak cipta musik, dan kebocoran data. IPO ini juga mengungkap kesepakatan dengan Anthropic, pengembang Claude, yang akan membayar $15 miliar per tahun untuk mengakses pusat data xAI di Amerika Selatan.
"SpaceX adalah proyek yang sangat luas dan besar dengan banyak titik jual yang benar-benar menunjuk ke masa depan." β Ruth Foxe-Blader, Citrine Venture Partners
Kekalahan Hukum dan Persaingan AI
IPO ini diajukan tak lama setelah Musk kalah dalam gugatan terhadap OpenAI dan CEO Sam Altman. Musk menuduh Altman melanggar kontrak nirlaba dengan mengubah OpenAI menjadi perusahaan profit. Namun, juri memutuskan bahwa batas waktu pengajuan gugatan telah kedaluwarsa. Dalam persidangan, Musk mengakui bahwa xAI masih kecil dibandingkan OpenAI yang juga bersiap melantai di bursa.
SpaceX juga bersiap meluncurkan roket raksasa Starship minggu ini, namun perusahaan mendapat sorotan terkait keselamatan pekerja. Musk sendiri dikritik karena politik sayap kanan dan kedekatannya dengan Presiden AS Donald Trump, yang baru-baru ini menemaninya ke China.
IPO SpaceX menjadi tonggak penting bagi industri antariksa dan teknologi. Meskipun menghadapi tantangan keuangan dan hukum, posisi dominan SpaceX di bidang roket dan Starlink memberikan prospek jangka panjang yang kuat. Keputusan investor akan menentukan apakah valuasi setinggi itu sepadan dengan risiko yang ada.



