Salah Kembali Sentil Arne Slot: 'Liverpool Harus Kembali ke Sepak Bola Heavy Metal'
Baca dalam 60 detik
- Kritik publik: Mohamed Salah melontarkan pernyataan tajam usai Liverpool kalah 2-4 dari Aston Villa, menegaskan bahwa identitas tim sebagai "heavy metal football" ala Klopp tidak boleh dinegosiasikan.
- Hubungan retak: Ini bukan pertama kali bintang asal Mesir tersebut menyindir manajer Belanda itu—setelah insiden serupa pada Desember lalu saat ia duduk di bangku cadangan dan mengaku tidak memiliki hubungan dengan Slot.
- Kepergian dipastikan: Dengan kontrak tersisa satu tahun, Salah dan klub telah sepakat untuk berpisah sebagai agen bebas di akhir musim, meskipun ia berjanji akan tetap berjuang untuk memastikan tiket Liga Champions.

BIRMINGHAM, INGGRIS — Kekalahan telak Liverpool 2-4 dari Aston Villa di Villa Park pada Jumat malam tidak hanya memperburuk posisi The Reds di peringkat kelima dengan satu laga tersisa, tetapi juga memicu kembali ketegangan antara bintang utama Mohamed Salah dan manajer Arne Slot. Dalam cuitan di media sosial setelah pertandingan, pemain asal Mesir itu secara eksplisit mengkritik arah permainan tim, menyerukan kembalinya identitas "heavy metal football" yang dulu ditakuti lawan di era Jurgen Klopp.
Membaca Pesan di Balik Cuitan Salah
Salah menuliskan bahwa ia telah menyaksikan transformasi klub "dari para peragu menjadi pecinta, dan dari pecinta menjadi juara." Namun, ia menyebut kekalahan beruntun musim ini sebagai sesuatu yang "sangat menyakitkan" dan tidak pantas bagi para pendukung. Pernyataan yang paling mengena adalah ketika ia menuntut Liverpool kembali menjadi "tim heavy metal yang ditakuti lawan" dan memenangkan trofi. "Itulah sepak bola yang saya tahu cara memainkannya, dan itulah identitas yang perlu dipulihkan dan dipertahankan selamanya. Itu tidak bisa dinegosiasikan," tulis Salah dengan tegas.
Kritik ini bukan sekadar kekecewaan sesaat. Ini adalah sindiran publik kedua terhadap Slot setelah insiden pada Desember lalu, di mana Salah menyaksikan laga imbang 3-3 dari bangku cadangan dan kemudian mengaku kepada wartawan bahwa ia "tidak memiliki hubungan" dengan manajernya serta merasa klub "melemparkannya ke bawah bus." Hubungan yang renggang ini juga berdampak pada performa di lapangan—setelah mencetak kontribusi 53 gol di musim debut Slot, angka tersebut turun drastis menjadi hanya 21 kontribusi gol musim ini.
📊 DATA KUNCI
Salah di Liverpool: 2017 - 2026 (9 musim)
Penampilan: 441 laga
Kontribusi gol: 379
Gol musim lalu (di bawah Slot): 53 kontribusi
Gol musim ini: 21 kontribusi (turun drastis)
Status kontrak: Akan hengkang sebagai agen bebas
Kepergian yang Sudah Ditetapkan dan Warisan yang Dipertaruhkan
Salah masih memiliki sisa satu tahun kontrak, namun kedua belah pihak telah sepakat untuk berpisah di akhir musim dengan status bebas transfer. Meski demikian, pemain berusia 33 tahun itu menegaskan komitmennya untuk membantu tim lolos ke Liga Champions—yang ia sebut sebagai "batas minimal" bagi klub sebesar Liverpool. "Saya akan melakukan segalanya untuk mewujudkannya," janjinya. Namun, pernyataan bahwa ia ingin melihat Liverpool sukses "lama setelah saya pergi" semakin mempertegas bahwa ini adalah fase perpisahan yang emosional namun penuh konflik.
Prospek ke Depan: Akhir Musim yang Menentukan
Dengan satu laga tersisa, Liverpool masih harus berjuang memastikan tiket Liga Champions—sebuah kegagalan yang akan memperparah tekanan pada Slot dan manajemen. Sementara itu, Salah akan meninggalkan Anfield sebagai salah satu pemain terhebat dalam sejarah klub: dua gelar Premier League, satu Liga Champions, dan 379 kontribusi gol dalam 441 laga. Namun, cara perpisahan yang diwarnai sindiran publik dan hubungan yang dingin dengan pelatih akan meninggalkan noda dalam narasi yang seharusnya menjadi kisah heroik. Bagi investor dan analis industri sepak bola, situasi ini adalah studi kasus tentang bagaimana transisi kepelatihan yang buruk dapat menghancurkan aset tim senilai puluhan juta pound, baik di dalam maupun di luar lapangan.
"Itulah sepak bola yang saya tahu cara memainkannya, dan itulah identitas yang perlu dipulihkan dan dipertahankan untuk selamanya. Itu tidak bisa dinegosiasikan." — Mohamed Salah, via cuitan setelah kekalahan dari Aston Villa.



