Kontroversi KTT Beijing: Desakan Anthropic agar AS Perlebar Jarak AI dari China Dikritik Pakar sebagai Langkah "Tidak Bertanggung Jawab"
Baca dalam 60 detik
- Anthropic mendesak AS memperketat kontrol teknologi AI untuk mengungguli China hingga 24 bulan ke depan.
- Usulan ini menuai kritik tajam karena dirilis tepat saat Xi Jinping dan Donald Trump menggelar KTT bilateral di Beijing.
- Di balik isu keamanan, Anthropic tengah mengincar valuasi raksasa senilai US$900 miliar untuk mengalahkan OpenAI.

Perusahaan AI terkemuka asal AS, Anthropic, memicu perdebatan sengit setelah mendesak pemerintah Amerika Serikat untuk memperlebar jarak keunggulan teknologi AI atas China demi menghindari "kepemimpinan AI otoritarian". Namun, pernyataan yang dirilis di tengah berlangsungnya KTT tingkat tinggi antara Presiden Xi Jinping dan Presiden Donald Trump di Beijing ini dikritik tajam oleh para pakar industri karena dianggap egois dan tidak bertanggung jawab.
Poin Utama Desakan Anthropic:
- Target Keunggulan: Anthropic mengusulkan agar AS mengunci keunggulan kemampuan AI garis depan (frontier AI) selama 12 hingga 24 bulan menjelang tahun 2028 untuk menekan dominasi Partai Komunis China.
- Sanksi Ekspor & Serangan Distilasi: Mereka meminta sekutu Barat memperketat kontrol ekspor cip dan membendung distillation attacks (teknik di mana perusahaan China melatih model kecil menggunakan output dari model besar milik AS).
- Kekhawatiran Keamanan: Ketakutan ini meningkat setelah Anthropic merilis Claude Mythos Preview pada April 2026, yang mengguncang industri karena kemampuannya mendeteksi dan mengeksploitasi celah keamanan siber (cybersecurity).
- Taruhan Bisnis: Di balik isu ini, Anthropic dilaporkan tengah menegosiasikan pendanaan baru sebesar US$30 miliar demi mendongkrak valuasi perusahaan mencapai US$900 miliar, melampaui valuasi OpenAI (US$852 miliar).
Reaksi dan Kritik dari Komunitas Global & China
Para analis menilai narasi "perlombaan senjata" yang digaungkan Anthropic justru merusak momentum perdamaian dan kerja sama bilateral yang sedang dibangun kedua negara.
| Tokoh / Analis | Kritik & Tanggapan Singkat |
|---|---|
| Alvin Wang Graylin (Stanford HAI Fellow) | "Mendorong pesan ketakutan dan konflik di saat KTT AS-China menunjukkan tanda kolaborasi adalah tindakan yang tidak bertanggung jawab dan tidak bermoral." |
| Zhang Yutong (Presiden Moonshot AI) | Menilai pendekatan tertutup Anthropic (yang hanya membagikan model Mythos ke pemerintah dan konsorsium elit AS) jauh lebih berbahaya dibanding pendekatan open-source milik China yang inklusif. |
| Kyle Chan (Brookings Institution) | Menganggap klaim Anthropic yang mengaku "menghormati masyarakat China" terasa hambar karena kalimat tersebut terjepit di antara narasi besar yang menyudutkan teknologi China sebagai ancaman serius. |
"Dua negara adidaya AI akan mulai berbicara untuk menetapkan protokol dan praktik terbaik. Kami ingin memastikan bahwa aktor non-negara (non-state actors) yang berbahaya tidak mendapatkan akses ke model-model AI canggih ini," ujar Scott Bessent, Menteri Keuangan AS yang mendampingi Trump di Beijing.
Meskipun Anthropic menuding beberapa perusahaan China seperti DeepSeek dan Moonshot AI memiliki standar keamanan yang buruk, tanggapan dari komunitas teknologi lokal terpantau cukup tenang. Sebaliknya, para pejabat dan pakar lebih sepakat dengan pandangan Menteri Keuangan AS bahwa ancaman nyata yang harus diwaspadai bersama adalah penyalahgunaan AI oleh aktor jahat tanpa hukum, bukan persaingan antarnegara. Menolak dialog dinilai hanya akan membuat lanskap global di masa depan menjadi jauh lebih berbahaya.



