Perkuat Struktur Permodalan: MNC Bank Targetkan Eksplorasi Kredit Lewat Private Placement 4,45 Miliar Saham
Baca dalam 60 detik
- Injeksi Modal Strategis: Emiten berkode saham BABP berencana menerbitkan 10% saham baru tanpa HMETD guna mempertebal rasio kecukupan modal dan ekspansi pembiayaan.
- Optimalisasi Ekspansi: Seluruh dana segar hasil aksi korporasi ini diproyeksikan menjadi mesin pendorong penyaluran kredit di tengah tren perbaikan kualitas aset perseroan.
- Potensi Investor Baru: Langkah ini membuka pintu bagi masuknya mitra strategis serta diharapkan mampu menstimulus likuiditas perdagangan saham di bursa.

PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP) secara resmi mengumumkan rencana aksi korporasi besar berupa penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement guna memacu pertumbuhan kredit nasional.
Berdasarkan keterbukaan informasi yang dirilis di Bursa Efek Indonesia (BEI), bank milik MNC Group ini berniat melepas sebanyak-banyaknya 4,45 miliar saham Seri B dengan nilai nominal Rp50 per saham. Langkah ini setara dengan 10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Strategi ini diambil untuk memperkokoh fundamental keuangan bank sekaligus merespons prospek ekonomi 2026 yang menuntut kapasitas pembiayaan lebih besar. Persetujuan atas rencana strategis ini akan dimintakan melalui forum Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 22 Juni 2026 mendatang.
Manajemen menegaskan bahwa fokus utama dari penggunaan dana hasil emisi saham baru ini adalah untuk memperkuat fungsi intermediasi. Dengan tambahan modal tersebut, MNC Bank memiliki ruang gerak yang lebih luas untuk melakukan update pada portofolio kreditnya di berbagai sektor produktif. Selain itu, aksi korporasi ini menjadi sinyal positif bagi pasar mengenai kesiapan bank dalam melakukan ekspansi bisnis yang lebih agresif namun tetap terukur secara risiko keuangan.
- Volume Saham Baru: Maksimal 4,45 Miliar Lembar Saham Seri B.
- Target Penggunaan Dana: Ekspansi penyaluran kredit dan penguatan likuiditas.
- Rasio KPMM (CAR): Diproyeksikan meningkat dari 24,66% menjadi 25,82%.
- Efek Dilusi: Pemegang saham lama akan mengalami dilusi maksimal 9,09%.
MNC Bank juga membuka peluang bagi masuknya investor strategis yang dapat memberikan nilai tambah bagi ekosistem bisnis perseroan. Meski saat ini identitas calon investor belum diungkapkan, mekanisme penentuan harga pelaksanaan akan mengikuti standar ketat regulator, yakni minimal 90% dari rata-rata harga penutupan selama 25 hari bursa terakhir. Langkah ini diharapkan tidak hanya memperkuat modal, tetapi juga menjadi fuel bagi likuiditas saham BABP di lantai bursa.
Secara fundamental, BABP menunjukkan performa yang solid sepanjang tahun 2025 dengan membukukan laba bersih Rp81,77 miliar. Kualitas aset juga mencatat perbaikan signifikan, di mana rasio Non-Performing Loan (NPL) Gross turun dari 3,90% menjadi 2,99%. Keberhasilan menekan angka kredit macet ini memberikan kepercayaan diri bagi manajemen untuk memacu duel persaingan di industri perbankan digital maupun konvensional dengan dukungan modal yang lebih tebal.
| Indikator Keuangan | Posisi Akhir 2025 | Target Pasca Aksi |
|---|---|---|
| Laba Bersih | Rp81,77 Miliar | Optimis Meningkat |
| NPL Gross | 2,99% (Membaik) | Di bawah 3% |
| CAR (Kecukupan Modal) | 24,66% | 25,82% |
Ke depan, MNC Bank diproyeksikan akan semakin fokus mengintegrasikan layanan perbankan dengan ekosistem media dan finansial MNC Kapital. Dengan periode pelaksanaan private placement yang berlaku hingga 2028, perseroan memiliki fleksibilitas tinggi untuk mengeksekusi aksi korporasi ini pada timing pasar yang paling menguntungkan, demi memastikan keberlanjutan ekspansi kredit yang lebih sehat dan kompetitif.



