Akselerasi Green Financing: BRI Finance Bidik Lonjakan Pembiayaan EV Pasca Insentif Pajak Jakarta
Baca dalam 60 detik
- Stimulus Kebijakan: Pembebasan pajak kendaraan listrik oleh Pemprov DKI Jakarta menjadi katalis utama bagi industri multifinance untuk memacu penyaluran kredit ramah lingkungan.
- Pertumbuhan Eksponensial: Hingga Maret 2026, realisasi pembiayaan EV di BRI Finance meroket 13,74 kali lipat dibandingkan periode sebelumnya, menunjukkan tren adopsi unit yang masif.
- Strategi Integrasi: Perseroan memperkuat kolaborasi dengan jaringan dealer otomotif dan memperluas kanal pemasaran guna menangkap pergeseran perilaku konsumen menuju gaya hidup berkelanjutan.

PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) secara resmi memproyeksikan kebijakan insentif pajak kendaraan listrik dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai stimulus strategis yang mampu mendongkrak porsi green financing secara signifikan di sepanjang tahun 2026.
Langkah Pemprov DKI Jakarta yang menghapuskan beban pajak bagi kendaraan berbasis baterai dinilai sebagai momentum krusial bagi ekosistem otomotif nasional. Kebijakan ini tidak hanya meringankan beban finansial konsumen di awal pembelian, tetapi juga menciptakan efek domino terhadap minat masyarakat untuk beralih dari kendaraan konvensional ke electric vehicle (EV). Industri multifinance melihat fenomena ini sebagai peluang emas untuk memperbesar portofolio pembiayaan hijau sesuai dengan mandat Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Berdasarkan tren pasar saat ini, terdapat indikasi kuat mengenai pergeseran perilaku konsumen yang mulai memprioritaskan aspek sustainability. Meskipun pasar mobil bensin masih mendominasi porsi booking saat ini, penetrasi EV terus merangkak naik secara bertahap namun konsisten. Dukungan regulasi, baik di tingkat pusat maupun daerah, menjadi faktor penentu yang mempercepat transisi energi di sektor transportasi Indonesia.
- Pertumbuhan BRI Finance: Penyaluran EV naik 13,74x lipat (YoY) per Maret 2026.
- Total Pembiayaan EV Nasional: Mencapai Rp22,5 triliun (Data OJK).
- Laju Pertumbuhan Industri: Tumbuh 35,27% secara tahunan (YoY).
- Fokus Strategis: Optimalisasi kerja sama dealer dan perluasan kanal pemasaran digital.
Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, menilai bahwa perusahaan harus bergerak agile dalam merespons perubahan regulasi ini. Strategi yang diusung tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian (*prudent*) guna menjaga kualitas aset tetap sehat di tengah ekspansi yang agresif. Fokus utama perusahaan adalah melakukan update pada sistem penilaian kredit dan mempererat kemitraan dengan agen pemegang merek (APM) untuk memastikan unit tersedia bagi calon debitur.
Di level industri, data OJK mengonfirmasi bahwa duel antara kendaraan listrik dan konvensional semakin menarik. Dengan total pembiayaan EV nasional yang menyentuh Rp22,5 triliun, persaingan antarperusahaan multifinance kini bergeser pada inovasi produk dan fleksibilitas tenor. Perusahaan yang mampu menawarkan solusi pembiayaan terintegrasi, termasuk perlindungan asuransi khusus EV, diprediksi akan menguasai pangsa pasar yang lebih dominan.
| Indikator | Realisasi Maret 2026 | Status Pertumbuhan |
|---|---|---|
| Volume Pembiayaan EV (Nasional) | Rp22,5 Triliun | +35,27% (YoY) |
| Pertumbuhan Internal BRI Finance | 13,74x Lipat | Eksponensial |
| Kontributor Portofolio Utama | Mobil Baru Konvensional | Stabil (Mainstay) |
Melihat prospek jangka panjang, BRI Finance optimis bahwa integrasi antara insentif pemerintah dan kematangan infrastruktur pengisian daya akan menjadikan EV sebagai pilihan utama masyarakat urban. Fokus perseroan ke depan adalah terus menyempurnakan strategi penetrasi pasar agar tetap menjadi pemain terdepan dalam mendukung ambisi nol emisi karbon Indonesia sekaligus menjaga profitabilitas portofolio yang berkelanjutan.



