Sir Paul McCartney Bingung dengan Budaya 'Influencer': "Orang Tanpa Bakat Khusus Bisa Sangat Terkenal"
Baca dalam 60 detik
- Paul McCartney merasa heran dengan influencer tanpa bakat yang bisa sangat terkenal.
- Ia merasa seperti "monyet pantai" jika terus-menerus melayani permintaan foto penggemar.
- Paul lebih menghargai percakapan normal daripada dokumentasi foto demi menjaga kewarasannya sebagai manusia biasa.

Legenda hidup The Beatles, Sir Paul McCartney (83), mengungkapkan keheranannya terhadap tren influencer di era media sosial saat ini. Dalam wawancara terbaru, ia mengaku sulit memahami bagaimana seseorang yang dianggapnya tidak memiliki bakat menonjol bisa meraih popularitas masif dan miliaran penayangan.
Pandangan Paul McCartney tentang Ketenaran Modern:
- Kebingungan Generasi: Paul mengakui dirinya merasa "ketinggalan zaman" karena tidak memahami esensi dari konten influencer yang sering dilihatnya di Instagram melalui sang istri.
- Bakat vs Popularitas: Ia menyoroti fenomena di mana orang-orang meraih kesuksesan luar biasa (miliaran hits) tanpa harus menunjukkan keahlian khusus yang jelas.
- Perubahan Sikap Terhadap Ketenaran: Menurutnya, generasi bintang lama sangat menikmati pengakuan di jalanan sebagai bentuk keberhasilan, berbeda dengan tren modern di mana banyak selebriti merasa terganggu oleh perhatian publik.
Mengapa Paul McCartney Menolak Berfoto dengan Penggemar?
Musisi yang mempopulerkan lagu Hey Jude ini juga membagikan prinsipnya dalam menjaga sisi kemanusiaannya agar tetap normal.
| Alasan | Penjelasan Paul McCartney |
|---|---|
| Analogi Monyet | Ia merasa seperti "monyet pantai" di Saint-Tropez yang dibayar untuk berfoto jika ia menyetujui permintaan foto dari orang asing. |
| Menjaga Identitas | Ia merasa kehilangan jati dirinya dan menjadi "sesuatu yang lain" saat berpose untuk kamera penggemar. |
| Tetap Normal | Ia tidak ingin merasa dirinya berada di atas orang lain, karena hal itu akan membuatnya tidak menyukai dirinya sendiri. |
"Anda harus berhati-hati saat membicarakan hal ini, karena Anda akan terdengar sangat kuno. Dan memang itulah saya," canda Sir Paul McCartney dalam podcast The Rest Is Entertainment.
Meskipun menolak foto, Paul lebih memilih untuk berbincang secara manusiawi dengan penggemar yang ia temui di ruang publik. Baginya, interaksi nyata jauh lebih berharga daripada sekadar gambar digital yang membuatnya merasa kehilangan kebebasan sebagai individu biasa.


