Strategi Pivot Prima Multi (PMUI): Bidik Bisnis Perhotelan dan Targetkan Laba Rp40 Miliar Pasca-Konsolidasi
Baca dalam 60 detik
- Target Double Digit: PMUI memproyeksikan pertumbuhan pendapatan sebesar 10% (YoY) dengan target laba bersih menembus Rp40 miliar pada tahun buku 2026.
- Diversifikasi Agresif: Perseroan tengah mengkaji pembentukan anak usaha baru di sektor perhotelan guna menciptakan sumber pendapatan baru (new revenue stream) di luar bisnis distribusi telekomunikasi.
- Ekspansi Teritorial: Perusahaan memperkuat penetrasi pasar dengan merambah empat area operasional baru di Sulawesi Tenggara, Sumedang, Garut, dan Karawang demi menggenjot volume penjualan.

PT Prima Multi Usaha Indonesia Tbk (PMUI) secara resmi mengumumkan peta jalan strategis 2026 dengan fokus pada efisiensi portofolio dan ekspansi lintas sektor. Meski tengah memproses divestasi saham pada PT Graha Prima Mentari Tbk (GRPM), emiten distributor telekomunikasi ini tetap optimis mencatatkan performa gemilang melalui rencana perambahan industri perhotelan.
Keputusan pelepasan kepemilikan saham di GRPM dinilai sebagai langkah strategis yang tidak akan mengganggu fundamental perusahaan. Direktur Utama PMUI, Agus Susanto, menegaskan bahwa kontribusi laba dari anak usaha tersebut bersifat imaterial jika dibandingkan dengan total profitabilitas grup. Langkah ini justru memberikan ruang bagi perseroan untuk melakukan update pada struktur modal dan memfokuskan sumber daya pada unit bisnis yang memiliki margin lebih tebal.
- Realisasi Penjualan: Rp1,18 Triliun (Tumbuh 23,11% YoY).
- Laba Bersih Q1: Rp9,55 Miliar (Naik signifikan dari Rp5,28 Miliar).
- Target Laba Tahunan: Rp40 Miliar pasca-konsolidasi internal.
- Ekspansi Area: Sulawesi Tenggara, Sumedang, Garut, dan Karawang.
Momentum penggabungan XL dan Smartfren turut diproyeksikan menjadi angin segar bagi lini bisnis utama PMUI sebagai distributor produk XLSmart. Sinergi operator telekomunikasi tersebut diyakini akan meningkatkan daya saing produk di pasar dan memperluas basis pelanggan. Untuk mengimbangi persaingan yang kian ketat, PMUI telah menambah jangkauan operasional di empat wilayah baru guna memastikan penetrasi pasar berjalan optimal.
| Indikator Keuangan | Q1-2025 | Q1-2026 | Pertumbuhan |
|---|---|---|---|
| Penjualan (Rp) | 963,03 Miliar | 1,18 Triliun | +23,11% |
| Laba Bersih (Rp) | 5,28 Miliar | 9,55 Miliar | +80,87% |
Menilik ke depan, PMUI bertransformasi menjadi perusahaan dengan portofolio bisnis yang lebih tangguh. Integrasi antara stabilitas pendapatan dari sektor telekomunikasi dan potensi pertumbuhan dari bisnis hospitality diharapkan mampu menjaga dividend yield bagi investor. Jika rencana pembentukan anak usaha baru berjalan sesuai schedule, PMUI berpotensi mengalami perubahan valuasi yang signifikan seiring dengan peningkatan aset di sektor properti dan pariwisata.



